Blog › Uncategorized › Stop Buang Makanan, Begini Dampak Buruk Limbah Makanan Bagi Lingkungan
Heldania Ultri Lubis
Content Writer & Analyst
4 min read February 02, 2024 in

Kebiasaan tidak menghabiskan makanan mungkin terlihat sepele, namun ternyata dampaknya bisa begitu signifikan. Setiap tahunnya, setiap orang di Indonesia menghasilkan sekitar 300 kg limbah makanan. Total sampah makanan di Indonesia mencapai angka 13 juta ton per tahun, setara dengan makanan yang dapat dikonsumsi oleh 28 juta orang.Setiap makanan yang kita konsumsi itu dihasilkan dengan menggunakan energi, bahan bakar, dan air. Masing-masing proses produksi melepaskan gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Semakin banyak makanan yang dibuang, semakin besar pula dampak buruknya terhadap lingkungan. Berikut beberapa di antaranya!
Air sangat penting untuk kehidupan, tidak terkecuali untuk produksi pangan. Membuang jutaan ton makanan sama artinya dengan membuang jutaan galon air yang tak terhitung jumlahnya yang digunakan untuk menanam, menumbuhkan, mempertahankan, atau memproduksi makanan tersebut. Buah dan sayuran adalah salah satu produk makanan yang paling banyak membutuhkan air dalam proses penanamannya. Selain itu, produk daging juga menghabiskan air dalam jumlah sangat besar untuk konsumsi hewan ternak serta menanam rumput.
Jika ada sekitar 1,3 miliar ton makanan yang terbuang di seluruh dunia setiap tahun, maka sebanyak 45 triliun galon atau 24% dari semua air yang digunakan untuk pertanian terbuang sia-sia. Ini tentu saja merupakan bentuk pemborosan air bersih yang sangat disayangkan dan merugikan.
Makanan yang dibuang akan berakhir ke tempat pembuangan sampah. Selain bisa menjadi masalah besar lain bagi lingkungan, limbah makanan yang membusuk di tempat pembuangan sampah akan melepaskan gas metana.
Tata guna lahan untuk pangan terbagi dalam dua kategori utama, yaitu lahan yang digunakan untuk produksi (menanam atau beternak) dan lahan yang digunakan untuk menyimpan pangan yang telah dibuang. Oleh karena itu, membuang makanan berdampak buruk pada fisik tanah itu sendiri.Sebagian besar makanan yang terbuang di seluruh dunia, terlepas dari jenis tanahnya, adalah daging. Sekitar 900 juta hektar lahan non-garapan digunakan dalam produksi daging dunia.
Masalah utamanya terletak pada pemborosan makanan yang membuat tanah yang digunakan untuk menghasilkan makanan tersebut sia-sia. Belum lagi ada faktor degradasi tanah seiring waktu jika tidak dirawat. Akhirnya, lahan akan menghasilkan jauh lebih sedikit produk pangan daripada yang dibutuhkan masyarakat.
Limbah makanan dapat menghancurkan keanekaragaman hayati dan membuat ekosistem kurang seimbang dalam beberapa cara:
Limbah makanan dapat menyiakan minyak bumi karena:
Besarnya dampak buruk limbah makanan yang sudah dijelaskan di atas membuat semua orang harus lebih perhatian terhadap lingkungan dengan tidak membuang makanan. Pastikan untuk tidak belanja berlebihan agar tidak ada bahan makanan terbuang, membuat rencana belanja, atau menggunakan freezer untuk menyimpan bahan makanan lebih lama.