Blog › Uncategorized › 21 Maret: Hari Hutan Sedunia
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
2 min read March 03, 2025 in

Setiap tanggal 21 Maret, dunia merayakan Hari Hutan Sedunia atau International Day of Forests. Perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan bagi kehidupan manusia dan keberlanjutan lingkungan. Hutan tidak hanya berfungsi sebagai rumah bagi flora dan fauna, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.
Hutan sering disebut sebagai paru-paru Bumi karena kemampuannya menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Menurut laporan Food and Agriculture Organization (FAO), hutan dunia menyerap sekitar 2,6 miliar ton karbon dioksida setiap tahunnya, membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Tanpa hutan yang sehat, kadar karbon dioksida di atmosfer akan meningkat drastis, mempercepat pemanasan global.
Sayangnya, hutan-hutan dunia terus mengalami deforestasi dalam skala besar. FAO melaporkan bahwa sekitar 10 juta hektar hutan hilang setiap tahun akibat pembalakan liar, pertanian, dan pembangunan infrastruktur. Indonesia sendiri termasuk dalam negara dengan tingkat deforestasi tinggi, meskipun berbagai upaya reforestasi telah dilakukan.
Hutan adalah rumah bagi 80% spesies darat di dunia. Banyak spesies unik seperti harimau Sumatra, orangutan Kalimantan, dan burung Cendrawasih bergantung pada ekosistem hutan yang sehat. Ketika hutan hilang, habitat mereka ikut terancam, yang dapat menyebabkan kepunahan massal.
Hutan juga berperan dalam mendukung transisi ke energi terbarukan. Pepohonan membantu menjaga keseimbangan siklus air dan mencegah erosi tanah, yang sangat penting bagi pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain itu, konsep agroforestri—penggabungan pertanian dengan pohon-pohon—dapat membantu menyediakan sumber biomassa untuk energi terbarukan secara berkelanjutan.
Sebagai individu, ada banyak cara untuk berkontribusi dalam melindungi hutan:
Melindungi hutan berarti melindungi masa depan kita. Pemerintah, organisasi lingkungan, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menerapkan kebijakan yang lebih ketat terhadap deforestasi dan mendukung solusi energi hijau seperti PLTS Atap yang mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan begitu, kita dapat menciptakan dunia yang lebih sehat dan lestari untuk generasi mendatang.
Dengan merayakan Hari Hutan Sedunia, kita diingatkan bahwa hutan bukan hanya tentang pohon, tetapi tentang kehidupan itu sendiri. Mari kita jaga hutan kita agar tetap hijau dan lestari!