Blog › Uncategorized › Rekomendasi Transportasi Berkelanjutan untuk Beralih ke Masa Depan Cerah
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
4 min read August 30, 2024 in

Rekomendasi Transportasi Berkelanjutan untuk Beralih ke Masa Depan Cerah
Transportasi adalah salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca di dunia. Oleh karena itu, peralihan ke transportasi berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan menciptakan masa depan yang lebih cerah. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi transportasi berkelanjutan yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kendaraan listrik (Electric Vehicles/EVs) menjadi salah satu solusi paling efektif untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi. Dengan menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil, EVs mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Pemerintah dan produsen kendaraan dapat mendorong adopsi EVs melalui insentif pajak, pembangunan infrastruktur pengisian daya, dan kampanye edukasi tentang manfaat kendaraan listrik.
Transportasi publik, seperti bus, kereta api, dan metro, adalah alternatif yang lebih efisien untuk perjalanan individu dengan mobil pribadi. Pengembangan sistem transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan terjangkau dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan, mengurangi kemacetan, dan menurunkan tingkat polusi udara. Penerapan teknologi ramah lingkungan, seperti bus listrik atau berbahan bakar hidrogen, dapat semakin meningkatkan keberlanjutan transportasi publik.
Bersepeda dan berjalan kaki adalah dua cara transportasi yang paling ramah lingkungan. Kota-kota dapat meningkatkan penggunaan sepeda dan berjalan kaki dengan membangun infrastruktur pendukung, seperti jalur sepeda yang aman, trotoar yang nyaman, serta tempat parkir sepeda yang mudah diakses. Kampanye kesadaran publik yang menyoroti manfaat kesehatan dan lingkungan dari bersepeda dan berjalan kaki juga dapat membantu mendorong lebih banyak orang untuk memilih moda transportasi ini.
Transportasi bersama (ride-sharing) dan berbagi kendaraan (carpooling) dapat membantu mengurangi jumlah kendaraan di jalan serta menurunkan emisi per perjalanan. Teknologi digital seperti aplikasi ride-sharing dapat memudahkan orang untuk berbagi perjalanan dengan penumpang lain yang memiliki rute searah. Dengan lebih sedikit mobil di jalan, teknologi ini berkontribusi pada pengurangan kemacetan dan polusi udara.
Selain kendaraan listrik, bahan bakar alternatif seperti hidrogen, biofuel, dan gas alam terkompresi (CNG) juga menawarkan opsi berkelanjutan untuk transportasi. Kendaraan berbahan bakar hidrogen, misalnya, hanya menghasilkan air sebagai emisi, sementara biofuel diproduksi dari bahan-bahan organik yang dapat diperbarui. Adopsi kendaraan berbahan bakar alternatif dapat menjadi solusi jangka pendek dan menengah hingga teknologi kendaraan listrik sepenuhnya matang.
Pengembangan infrastruktur pengisian daya yang luas dan mudah diakses sangat penting untuk mendorong adopsi kendaraan listrik. Pemerintah dan sektor swasta perlu berkolaborasi untuk membangun stasiun pengisian daya di lokasi strategis, seperti area perkotaan, jalan tol, dan pusat perbelanjaan. Selain itu, inovasi seperti pengisian daya cepat dan penggunaan energi terbarukan untuk pengisian daya dapat semakin meningkatkan daya tarik kendaraan listrik.
Integrasi kebijakan transportasi dengan rencana tata ruang adalah langkah penting untuk menciptakan kota yang lebih berkelanjutan. Pengembangan kawasan yang padat dan beragam (mixed-use development) yang mengurangi jarak antara tempat tinggal, tempat kerja, dan fasilitas publik dapat mengurangi kebutuhan akan perjalanan jauh. Dengan demikian, kota dapat mempromosikan penggunaan transportasi ramah lingkungan seperti berjalan kaki, bersepeda, dan transportasi publik.
Kesadaran dan edukasi publik tentang pentingnya transportasi berkelanjutan sangat penting. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat harus berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang dampak negatif dari transportasi berbahan bakar fosil dan manfaat dari beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan. Kampanye kesadaran dan pendidikan dapat dilakukan melalui berbagai media, mulai dari iklan hingga seminar dan lokakarya.
Pemerintah harus mengembangkan kebijakan insentif dan regulasi yang mendukung transisi ke transportasi berkelanjutan. Insentif dapat berupa potongan harga kendaraan listrik, pajak rendah, atau subsidi bahan bakar alternatif. Sementara itu, regulasi yang lebih ketat mengenai emisi kendaraan dan standar efisiensi bahan bakar dapat mendorong produsen kendaraan untuk menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan.
Memanfaatkan transportasi berbasis energi terbarukan, seperti kereta api bertenaga listrik dari sumber energi terbarukan, adalah langkah penting lainnya. Selain mengurangi emisi karbon, penggunaan energi terbarukan untuk transportasi juga membantu memitigasi dampak perubahan iklim dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Peralihan ke transportasi berkelanjutan adalah langkah yang tak terhindarkan untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah. Dengan mengadopsi kendaraan listrik, mengembangkan transportasi publik, mendorong bersepeda dan berjalan kaki, serta memanfaatkan teknologi dan bahan bakar alternatif, kita dapat mengurangi dampak negatif transportasi terhadap lingkungan. Semua pihak, dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat umum, memiliki peran penting dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.
Sumber: