Blog › Uncategorized › Proyek Mangrove Terbesar di Perairan Indonesia: Membangun Kembali Ekosistem Pesisir
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
4 min read January 28, 2025 in

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki kekayaan alam yang sangat beragam, termasuk ekosistem mangrove yang sangat penting bagi keseimbangan lingkungan. Mangrove bukan hanya memiliki peran vital dalam menjaga kestabilan pesisir, tetapi juga berfungsi sebagai penyangga alam yang melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan bencana alam, seperti tsunami dan banjir. Mengingat pentingnya peran ekosistem mangrove, Indonesia kini tengah menjalankan Proyek Mangrove Terbesar untuk melindungi dan memulihkan kawasan pesisirnya.
Mangrove merupakan jenis hutan yang tumbuh di daerah pesisir yang tergenang air laut. Tanaman mangrove memiliki akar yang kuat, yang tidak hanya membantu mencegah erosi dan abrasi pantai, tetapi juga menyerap karbon dioksida, memberikan habitat bagi berbagai spesies, serta melindungi pesisir dari dampak bencana alam.
Keberadaan mangrove sangat vital untuk mendukung kehidupan banyak spesies laut, seperti ikan, udang, dan kepiting, yang bergantung pada hutan mangrove sebagai tempat berlindung dan berkembang biak. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai penyaring alami untuk polutan yang ada di air laut, sehingga membantu menjaga kualitas ekosistem pesisir.
Namun, seiring dengan pesatnya perkembangan sektor pembangunan, kerusakan hutan mangrove di Indonesia semakin meningkat. Deforestasi yang disebabkan oleh konversi lahan untuk budidaya kelapa sawit, perikanan, serta urbanisasi telah menyebabkan hilangnya sekitar 30 persen dari ekosistem mangrove Indonesia.
Indonesia baru-baru ini meluncurkan proyek restorasi mangrove terbesar di dunia sebagai upaya untuk memulihkan dan melindungi kawasan pesisir. Proyek ini bertujuan untuk menanam kembali mangrove di sejumlah kawasan pesisir yang telah mengalami kerusakan parah akibat konversi lahan dan bencana alam.
Salah satu proyek restorasi mangrove yang terbesar ini adalah yang dilakukan di Teluk Jakarta dan beberapa daerah pesisir lainnya. Inisiatif ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, serta lembaga internasional, dengan target penanaman sekitar 600.000 hektar mangrove dalam waktu dekat.
Proyek restorasi mangrove ini memiliki beberapa tujuan penting:
Proyek restorasi mangrove terbesar ini juga memanfaatkan teknologi modern untuk mempercepat proses penanaman dan pemeliharaan mangrove. Beberapa inovasi yang digunakan antara lain:
Meskipun proyek restorasi mangrove di Indonesia sangat ambisius, tantangan besar tetap ada. Salah satu tantangan utama adalah perubahan perilaku masyarakat terkait pemanfaatan lahan pesisir. Seringkali, masyarakat di sekitar kawasan mangrove tergantung pada pemanfaatan lahan untuk kegiatan ekonomi lainnya, seperti budidaya perikanan atau pertanian.
Selain itu, pendanaan juga menjadi salah satu kendala. Proyek besar seperti ini memerlukan investasi yang cukup besar untuk dapat berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat internasional.
Melalui proyek mangrove terbesar ini, Indonesia berharap dapat meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi dampak perubahan iklim, dan mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Selain itu, restorasi mangrove juga dapat memperkuat Indonesia sebagai negara yang peduli terhadap keberlanjutan dan melestarikan sumber daya alamnya.
Keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh penting bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam melindungi dan memulihkan ekosistem pesisir mereka.