Blog › Uncategorized › Peran Hutan dalam Menyerap Emisi Karbon : Pentingnya Konservasi dan Restorasi Hutan
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
2 min read July 27, 2024 in

Hutan adalah salah satu aset alam yang paling berharga dalam upaya mitigasi perubahan iklim global. Selain menjadi tempat tinggal bagi berbagai spesies hayati, hutan juga berfungsi sebagai penyerap karbon yang sangat efektif. Karbon yang diserap oleh hutan disimpan dalam biomasa tumbuhan dan tanahnya, membantu mengurangi jumlah gas rumah kaca di atmosfer yang menyebabkan pemanasan global.
Hutan tropis, seperti yang dimiliki Indonesia dengan hutan-hutan yang luas dan beragam, memiliki peran krusial dalam siklus karbon global. Ketika pohon-pohon di hutan tumbuh, mereka menyerap karbon dioksida (CO2) dari udara melalui proses fotosintesis. Karbon ini kemudian disimpan dalam biomasa pohon dan di dalam tanah hutan. Dengan demikian, hutan tidak hanya mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfer, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan karbon global.
Praktik konservasi hutan yang baik sangat penting untuk mempertahankan kemampuan hutan dalam menyerap karbon. Hal ini termasuk dalam upaya melindungi hutan-hutan yang ada dari pembalakan ilegal, kebakaran hutan, dan konversi lahan untuk pertanian atau perkebunan. Upaya perlindungan ini tidak hanya melibatkan pemerintah dan lembaga lingkungan, tetapi juga masyarakat lokal dan pihak swasta untuk bekerja sama dalam menjaga kelestarian hutan.
Selain melindungi hutan yang masih ada, restorasi hutan yang telah terdegradasi atau rusak juga merupakan langkah penting dalam mengembalikan fungsi ekologisnya sebagai penyerap karbon. Praktik restorasi ini meliputi penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang, pengembalian lahan gambut yang telah dikeringkan, dan rehabilitasi hutan-hutan yang terdegradasi akibat aktivitas manusia.
Untuk mencapai tujuan pengurangan emisi karbon secara global, implementasi kebijakan yang mendukung konservasi dan restorasi hutan sangat penting. Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah signifikan dalam hal ini, termasuk melalui kebijakan moratorium deforestasi dan inisiatif untuk membangun ekonomi berbasis hutan yang berkelanjutan.