Blog › Uncategorized › Pengertian Environmentally Friendly Energy dan Contohnya
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
4 min read December 20, 2024 in

Di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak perubahan iklim dan polusi lingkungan, semakin banyak orang yang beralih ke energi ramah lingkungan atau environmentally friendly energy sebagai solusi untuk mengurangi jejak karbon dan melestarikan alam. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang apa itu energi ramah lingkungan, jenis-jenis energi tersebut, serta contoh-contohnya yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Energi ramah lingkungan atau environmentally friendly energy adalah jenis energi yang dihasilkan dengan cara yang tidak merusak lingkungan, mengurangi emisi karbon, serta memiliki dampak negatif yang minimal terhadap ekosistem. Energi ini dihasilkan dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak menghasilkan polusi atau limbah berbahaya.
Pemanfaatan energi ramah lingkungan menjadi salah satu solusi utama untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan mempengaruhi perubahan iklim. Sebagai bagian dari upaya global untuk menuju energi bersih, energi ramah lingkungan berfokus pada keberlanjutan dan pengurangan dampak negatif terhadap planet kita.
Terdapat beberapa jenis energi yang dapat dikategorikan sebagai energi ramah lingkungan, di antaranya:
Energi surya merupakan salah satu bentuk energi ramah lingkungan yang paling populer. Panel surya mengubah sinar matahari menjadi listrik yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga maupun industri. Penggunaan energi surya mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dan menghasilkan emisi karbon yang sangat rendah.
Contoh penerapan energi surya:
Energi angin atau tenaga bayu merupakan energi yang dihasilkan dari pergerakan angin. Turbin angin mengubah energi kinetik angin menjadi energi listrik. Energi angin adalah salah satu sumber energi terbarukan yang paling efisien dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi udara atau emisi gas rumah kaca.
Contoh penerapan energi angin:
Energi air atau tenaga air dihasilkan dari aliran sungai atau air yang menggerakkan turbin untuk menghasilkan energi listrik. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dapat menghasilkan energi dalam jumlah besar tanpa mencemari udara, meskipun pembangunan bendungan besar dapat memiliki dampak lingkungan yang harus dipertimbangkan.
Contoh penerapan energi air:
Energi biomassa berasal dari bahan organik seperti kayu, tanaman, limbah pertanian, atau limbah hewan. Proses pembakaran atau fermentasi bahan-bahan ini menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik atau pemanasan. Biomassa dianggap ramah lingkungan karena dapat diproduksi secara berkelanjutan dan dapat mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Contoh penerapan energi biomassa:
Energi geotermal berasal dari panas bumi yang ada di bawah permukaan bumi. Panas ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik atau digunakan untuk pemanasan langsung. Energi geotermal adalah sumber energi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga sangat stabil karena suhu bumi tidak terpengaruh oleh cuaca atau musim.
Contoh penerapan energi geotermal:
Menggunakan energi ramah lingkungan memiliki banyak manfaat, baik untuk lingkungan maupun masyarakat. Beberapa manfaat utama dari penggunaan energi ramah lingkungan adalah:
Energi ramah lingkungan adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan planet kita dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dari energi surya hingga energi geotermal, berbagai sumber energi terbarukan dapat digunakan untuk mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas hidup. Melalui penggunaan energi ramah lingkungan, kita dapat menciptakan dunia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.