Blog › Uncategorized › Pengelolaan Air Bersih: Inovasi Go Green untuk Menjamin Ketersediaan Air di Indonesia
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
6 min read September 23, 2024 in

Air bersih adalah kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia dan semua makhluk hidup di bumi. Namun, ketersediaan air bersih di Indonesia semakin terancam oleh berbagai faktor, termasuk perubahan iklim, polusi, eksploitasi berlebihan, dan deforestasi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lebih dari 20 juta penduduk Indonesia masih mengalami kesulitan akses air bersih. Untuk menghadapi tantangan ini, inovasi dalam pengelolaan air bersih yang ramah lingkungan atau "go green" menjadi sangat penting. Artikel ini akan membahas berbagai inovasi pengelolaan air bersih di Indonesia yang mendukung prinsip keberlanjutan dan keberlanjutan lingkungan.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, beberapa inovasi ramah lingkungan telah diperkenalkan untuk meningkatkan pengelolaan air bersih di Indonesia. Berikut adalah beberapa inovasi tersebut:
Penangkapan air hujan adalah salah satu solusi sederhana namun efektif untuk meningkatkan ketersediaan air bersih, terutama di daerah yang sering mengalami kekeringan atau kekurangan air. Teknologi ini melibatkan pengumpulan air hujan dari atap bangunan dan menyalurkannya ke tangki penyimpanan untuk digunakan sebagai air bersih atau untuk keperluan non-minum, seperti irigasi, penyiraman tanaman, dan pembersihan.
Manfaat: Mengurangi ketergantungan pada sumber air tanah, mengurangi risiko banjir, dan memberikan alternatif air bersih yang hemat biaya.
Contoh Implementasi: Di Bali, program "1000 Rainwater Harvesting Tanks" telah diperkenalkan untuk mengumpulkan air hujan dari bangunan publik dan rumah tangga guna mengatasi masalah kekeringan di daerah tersebut.
Teknologi hijau untuk pengolahan air limbah, seperti sistem fitoremediasi dan kolam oksidasi, menggunakan tanaman air untuk menyaring dan memurnikan air limbah secara alami. Tanaman seperti eceng gondok dan kangkung memiliki kemampuan untuk menyerap polutan dan logam berat dari air, sehingga air limbah yang dihasilkan dapat digunakan kembali atau dibuang dengan aman ke lingkungan.
Manfaat: Mengurangi biaya operasional pengolahan air, mengurangi penggunaan bahan kimia, dan menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati.
Contoh Implementasi: Kota Surabaya telah mengembangkan program pengolahan air limbah dengan memanfaatkan tanaman air di beberapa taman kota, yang terbukti efektif dalam membersihkan air sungai yang tercemar dan menciptakan lingkungan hijau yang lebih sehat.
Desalinasi adalah proses menghilangkan garam dan mineral dari air laut untuk menghasilkan air bersih. Teknologi desalinasi tradisional sering kali memerlukan energi tinggi dan berdampak negatif pada lingkungan. Namun, penggunaan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin untuk menggerakkan proses desalinasi telah muncul sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi.
Manfaat: Menyediakan pasokan air bersih yang stabil dan berkelanjutan di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil yang kesulitan mendapatkan air tawar.
Contoh Implementasi: Di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sebuah proyek percontohan menggunakan teknologi desalinasi dengan tenaga surya telah berhasil menyediakan air bersih bagi lebih dari 200 keluarga setempat.
Pemanenan embun adalah teknik inovatif yang memanfaatkan jaring atau panel khusus untuk menangkap embun atau kabut, yang kemudian dikumpulkan menjadi air bersih. Teknologi ini sangat cocok untuk daerah yang memiliki tingkat kelembapan tinggi tetapi minim curah hujan.
Manfaat: Menyediakan sumber air tambahan di daerah kering atau terpencil, mengurangi tekanan pada sumber air tawar yang sudah ada.
Contoh Implementasi: Di daerah pesisir selatan Jawa, teknologi pemanenan embun telah diuji coba untuk menyediakan air bersih bagi komunitas nelayan yang sering mengalami kekurangan air selama musim kemarau.
Inovasi ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian sumber daya air di lingkungan mereka. Melalui pendekatan berbasis komunitas, masyarakat diajak untuk secara langsung terlibat dalam pemantauan kualitas air, pengelolaan sumber air, dan pendidikan tentang pentingnya konservasi air.
Manfaat: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya air bersih, mempromosikan praktik pengelolaan air yang berkelanjutan, dan menciptakan rasa memiliki terhadap sumber daya air lokal.
Contoh Implementasi: Di Lombok, Yayasan IDEP dan Water.org telah bekerja sama untuk membentuk kelompok pengelola air berbasis komunitas yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumber air desa, meningkatkan kualitas dan aksesibilitas air bersih.
Inovasi go green dalam pengelolaan air bersih adalah langkah penting untuk menjamin ketersediaan air di Indonesia, khususnya di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan seperti penangkapan air hujan, desalinasi bertenaga surya, dan pengolahan air limbah dengan tanaman, serta melibatkan komunitas lokal dalam pengelolaan sumber daya air, Indonesia dapat membangun masa depan yang lebih berkelanjutan dan resilient terhadap perubahan lingkungan. Partisipasi aktif semua pihak—mulai dari pemerintah hingga masyarakat—diperlukan untuk mewujudkan visi ini.
Sumber: