Blog › Uncategorized › Pemanasan Global dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Manusia
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
3 min read July 29, 2024 in

Pemanasan global adalah fenomena peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, terutama dari emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oxide (N2O). Fenomena ini memiliki dampak yang luas dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia.
Pemanasan global menyebabkan perubahan iklim yang signifikan, termasuk peningkatan suhu dan perubahan pola curah hujan. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih cocok untuk perkembangbiakan vektor penyakit seperti nyamuk. Penyakit seperti malaria, demam berdarah, dan Zika diprediksi akan meningkat penyebarannya akibat perubahan iklim ini. Peningkatan suhu memperpendek siklus hidup nyamuk dan mempercepat replikasi virus dalam tubuh nyamuk, sehingga meningkatkan potensi penularan penyakit.
Pemanasan global juga berdampak pada kualitas udara. Peningkatan suhu dapat memperburuk kualitas udara dengan meningkatkan konsentrasi polutan seperti ozon troposfer dan partikel halus (PM2.5). Polutan ini dapat menyebabkan atau memperburuk penyakit pernapasan seperti asma, bronkitis kronis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Selain itu, peningkatan suhu juga dapat memperpanjang musim polen, sehingga memperburuk gejala alergi bagi penderita asma dan alergi lainnya.
Gelombang panas yang lebih sering dan intens adalah salah satu dampak langsung dari pemanasan global. Stres panas dapat menyebabkan heat exhaustion, heatstroke, dan memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada seperti penyakit kardiovaskular. Populasi yang rentan, seperti orang tua, anak-anak, dan mereka yang memiliki kondisi medis kronis, berisiko lebih tinggi mengalami dampak negatif dari panas ekstrem.
Pemanasan global mempengaruhi produksi pangan dengan mengubah pola cuaca, menyebabkan kekeringan, banjir, dan peristiwa cuaca ekstrem lainnya. Perubahan ini dapat mengurangi hasil panen dan meningkatkan harga pangan, sehingga mengancam ketahanan pangan. Ketidakamanan pangan dapat menyebabkan gizi buruk, terutama di kalangan anak-anak dan populasi miskin. Gizi buruk memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan, termasuk meningkatkan kerentanan terhadap penyakit dan menurunkan kemampuan kognitif.
Bencana alam seperti banjir, badai, dan kebakaran hutan menjadi lebih sering dan parah akibat pemanasan global. Bencana ini tidak hanya menyebabkan cedera fisik dan kematian langsung tetapi juga memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan mental dan fisik. Trauma, stres pasca-trauma (PTSD), depresi, dan kecemasan sering dialami oleh korban bencana alam.
Untuk mengurangi dampak negatif pemanasan global terhadap kesehatan manusia, langkah-langkah mitigasi dan adaptasi harus segera diambil. Mitigasi mencakup upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, dan pengurangan deforestasi. Adaptasi melibatkan upaya untuk meningkatkan ketahanan sistem kesehatan terhadap dampak perubahan iklim, seperti memperkuat sistem peringatan dini untuk gelombang panas, meningkatkan akses ke layanan kesehatan, dan mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan.
Pemahaman dan tindakan kolektif terhadap pemanasan global adalah kunci untuk melindungi kesehatan manusia di masa depan. Edukasi, perubahan kebijakan, dan inovasi teknologi adalah beberapa cara untuk mencapai tujuan ini.