Blog › Uncategorized › Musim Hujan, PLTS Atap dengan Sistem Hybrid Menjadi Solusi Terbaik
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
4 min read October 25, 2024 in

Dengan meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem dan curah hujan di Indonesia, penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap menjadi tantangan tersendiri, terutama karena PLTS sangat mengandalkan paparan sinar matahari untuk menghasilkan listrik. Namun, inovasi teknologi telah memberikan solusi baru yang menjawab kekhawatiran ini—yakni dengan mengadopsi sistem hybrid pada PLTS atap. Sistem hybrid memungkinkan PLTS tetap berfungsi optimal meski dalam kondisi hujan dan berawan. Mari kita simak bagaimana sistem ini menjadi pilihan terbaik untuk kebutuhan listrik yang lebih stabil dan efisien di musim hujan.
PLTS atap dengan sistem hybrid mengombinasikan tenaga surya dengan sumber energi lain, seperti jaringan listrik konvensional atau generator berbahan bakar fosil. Dalam instalasi PLTS hybrid, energi yang dihasilkan oleh panel surya akan disimpan dalam baterai dan juga dapat dipasok langsung ke kebutuhan listrik rumah tangga. Pada hari-hari cerah, sistem ini dapat mengandalkan energi matahari sepenuhnya, sedangkan pada hari hujan atau mendung, sistem otomatis akan beralih menggunakan energi dari baterai atau sumber listrik cadangan lainnya. Alhasil, penggunaan energi tetap stabil, bahkan ketika cuaca tidak mendukung.
Instalasi PLTS hybrid memerlukan beberapa komponen tambahan selain panel surya, di antaranya:
Kondisi geografis dan iklim tropis di Indonesia, yang kerap mengalami perubahan cuaca cepat, menjadikan PLTS hybrid sebagai solusi optimal untuk memenuhi kebutuhan energi yang andal. Curah hujan tinggi pada musim hujan sering kali menurunkan efektivitas produksi energi panel surya, sehingga sistem hybrid menjadi pilihan praktis bagi rumah tangga atau perusahaan yang ingin menjaga pasokan listrik tetap stabil tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik utama.
Walaupun PLTS hybrid menawarkan berbagai manfaat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sistem hybrid memerlukan biaya investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan PLTS konvensional karena adanya tambahan komponen seperti baterai dan inverter hybrid. Namun, dengan dukungan dari pemerintah Indonesia berupa kebijakan insentif pajak dan subsidi untuk pemanfaatan energi terbarukan, biaya pemasangan dapat ditekan. Beberapa bank juga menawarkan pembiayaan khusus untuk pemasangan PLTS atap yang bisa meringankan beban biaya instalasi awal .
PLTS atap dengan sistem hybrid adalah solusi yang sangat cocok untuk menghadapi tantangan cuaca yang berubah-ubah di Indonesia, terutama pada musim hujan. Dengan mengombinasikan tenaga surya dan sumber energi cadangan, sistem hybrid memberikan pasokan listrik yang stabil dan lebih efisien, serta berpotensi mengurangi biaya operasional listrik jangka panjang. Bagi mereka yang ingin menikmati manfaat dari energi terbarukan tanpa khawatir akan ketidakstabilan cuaca, PLTS hybrid merupakan pilihan yang layak dipertimbangkan.