Blog › Uncategorized › Meta Memanfaatkan Energi Panas Bumi untuk Menyediakan Listrik bagi Pusat Datanya
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
4 min read September 27, 2024 in

Meta, perusahaan induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp, baru-baru ini mengumumkan langkah ambisiusnya untuk memanfaatkan energi panas bumi guna menyediakan listrik bagi pusat-pusat data mereka. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Meta untuk mengurangi jejak karbonnya secara global dan mencapai target emisi nol bersih (net zero emissions) pada tahun 2030. Dalam beberapa tahun terakhir, Meta telah berinvestasi besar-besaran dalam energi terbarukan, termasuk energi angin dan surya. Sekarang, perusahaan tersebut menambahkan energi panas bumi ke dalam bauran energinya untuk mendukung operasional yang lebih hijau.
Energi panas bumi adalah salah satu sumber energi terbarukan yang paling stabil dan andal. Tidak seperti energi angin atau surya, energi panas bumi tidak bergantung pada kondisi cuaca dan tersedia sepanjang waktu, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Energi ini dihasilkan dari panas alami yang terdapat di dalam perut bumi dan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dan panas.
Untuk Meta, penggunaan energi panas bumi memberikan beberapa keuntungan penting:
Meta bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan energi panas bumi terkemuka untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di dekat lokasi pusat datanya. Salah satu proyek utama yang sedang dikembangkan adalah kerjasama dengan Ormat Technologies, perusahaan yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan dan pengoperasian pembangkit listrik panas bumi.
Proyek ini berlokasi di Nevada, AS, di mana terdapat cadangan panas bumi yang melimpah. Dengan memanfaatkan sumber daya ini, Meta berharap dapat memasok listrik yang cukup untuk mendukung operasional pusat data besar mereka di kawasan tersebut. Pusat data ini memerlukan energi dalam jumlah besar untuk menjalankan server, perangkat pendingin, dan infrastruktur lainnya, sehingga penggunaan energi panas bumi yang stabil sangat penting.
Meta juga tengah menjajaki kemungkinan untuk menggunakan teknologi pemulihan panas (heat recovery) untuk memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh server pusat datanya. Teknologi ini memungkinkan Meta menggunakan kembali panas yang biasanya terbuang untuk menghangatkan kantor, fasilitas, atau bahkan komunitas sekitar.
Meskipun ada banyak manfaat, penggunaan energi panas bumi juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah biaya awal yang tinggi untuk pembangunan infrastruktur panas bumi, termasuk pengeboran sumur dan instalasi pembangkit listrik. Selain itu, ada juga tantangan teknis dalam mengelola operasi pembangkit panas bumi, seperti risiko terjadinya gempa bumi kecil atau masalah dengan sistem penyaluran panas.
Namun, dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya dukungan untuk energi terbarukan, tantangan-tantangan ini bisa diatasi. Meta, dengan sumber daya dan pengaruhnya yang besar, berada dalam posisi yang baik untuk memimpin transisi ini dan menetapkan standar baru untuk praktik bisnis berkelanjutan di industri teknologi.
Pemanfaatan energi panas bumi oleh Meta adalah langkah maju yang signifikan dalam mendukung keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan. Dengan menggabungkan keandalan energi panas bumi dengan upaya untuk mencapai netralitas karbon, Meta menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar dapat memimpin dalam transisi global menuju energi bersih. Ini bukan hanya tentang bisnis yang lebih hijau, tetapi juga tentang menciptakan masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi semua.