Blog › Uncategorized › Mengurangi Konsumsi Fast Fashion untuk Keberlanjutan
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
4 min read August 08, 2024 in

Mengurangi Konsumsi Fast Fashion untuk Keberlanjutan
Fast fashion, sebuah model industri yang menghasilkan pakaian dengan cepat dan murah untuk memenuhi tren mode terbaru, telah menjadi fenomena global dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di balik daya tariknya yang murah dan stylish, fast fashion memiliki dampak besar terhadap lingkungan dan sosial. Mengurangi konsumsi fast fashion merupakan langkah penting menuju keberlanjutan. Artikel ini akan membahas dampak fast fashion dan memberikan panduan tentang cara mengurangi konsumsi untuk mendukung mode yang lebih berkelanjutan.
Fast fashion dikenal karena produksinya yang cepat dan volume tinggi, yang mengakibatkan dampak lingkungan yang signifikan. Proses produksi pakaian cepat memerlukan banyak sumber daya, termasuk air, energi, dan bahan kimia. Industri fashion menyumbang sekitar 10% dari emisi karbon global dan menjadi salah satu penyebab utama pencemaran air dan tanah.
Selain dampak lingkungan, fast fashion juga berdampak negatif pada kondisi kerja para pekerja. Banyak perusahaan fast fashion memproduksi pakaian di negara-negara dengan upah rendah dan kondisi kerja yang buruk.
2. Cara Mengurangi Konsumsi Fast Fashion
Alihkan fokus dari membeli pakaian murah dan sering ke membeli pakaian berkualitas yang tahan lama. Pakaian berkualitas cenderung lebih awet dan tidak cepat rusak, sehingga mengurangi kebutuhan untuk membeli pakaian baru secara terus-menerus.
b. Belanja di Brand yang Berkelanjutan
Dukung merek dan perusahaan yang menerapkan praktik berkelanjutan dalam produksi mereka. Banyak merek yang kini berkomitmen pada bahan ramah lingkungan, proses produksi yang etis, dan transparansi. Memilih brand yang memprioritaskan keberlanjutan dapat membantu mendorong industri fashion menuju praktik yang lebih baik.
Pertimbangkan untuk membeli pakaian bekas dari thrift store atau pasar loak. Selain mengurangi permintaan terhadap produk baru, membeli pakaian bekas juga dapat memberikan akses ke gaya unik dengan harga yang lebih terjangkau. Mengeksplorasi opsi daur ulang dan upcycling untuk memperpanjang umur pakaian yang sudah ada.
Perawatan dan perbaikan pakaian adalah cara lain untuk mengurangi konsumsi fast fashion. Belajar cara memperbaiki pakaian yang rusak atau menjahit ulang pakaian yang tidak lagi sesuai dapat membantu Anda mengurangi kebutuhan membeli pakaian baru. Memperpanjang umur pakaian dengan perawatan yang baik dapat mengurangi limbah tekstil dan menghemat uang.
Saat membeli pakaian baru, pilihlah bahan yang ramah lingkungan seperti organik cotton, hemp, atau bahan daur ulang. Bahan-bahan ini memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan sintetis yang sering digunakan dalam fast fashion.
Bangun gaya pribadi yang tidak bergantung pada tren musiman. Investasikan dalam potongan-potongan pakaian yang timeless dan dapat dipadupadankan dengan berbagai gaya. Memiliki koleksi pakaian yang sesuai dengan gaya pribadi dapat mengurangi kebutuhan untuk membeli pakaian baru secara teratur.
Meningkatkan kesadaran tentang dampak fast fashion dan berbagi informasi ini dengan orang lain dapat membantu memperluas gerakan keberlanjutan. Partisipasi dalam kampanye, seminar, atau kelompok diskusi tentang mode berkelanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya mengurangi konsumsi fast fashion.
Dukung kebijakan dan regulasi yang mempromosikan keberlanjutan dalam industri fashion. Mengikuti perkembangan kebijakan yang mendukung praktik ramah lingkungan dan etis dapat membantu mendorong perubahan positif di tingkat industri.
Mengurangi konsumsi fast fashion adalah langkah penting dalam mendukung keberlanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial. Dengan memilih kualitas, mendukung brand berkelanjutan, membeli pakaian bekas, dan menerapkan prinsip mode berkelanjutan, kita dapat membuat perubahan signifikan dalam cara kita berbelanja dan mengonsumsi pakaian. Edukasi diri dan dukungan terhadap kebijakan keberlanjutan juga memainkan peran kunci dalam mendorong industri fashion menuju praktik yang lebih etis dan ramah lingkungan.
Sumber: