Blog › Uncategorized › Menghadapi Perubahan Iklim dan Strategi Go Green di Indonesia
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
3 min read August 20, 2024 in

Perubahan iklim merupakan tantangan global yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk di Indonesia. Sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati yang kaya, Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan air laut, perubahan pola curah hujan, dan peningkatan frekuensi bencana alam. Oleh karena itu, penerapan strategi go green menjadi sangat penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Salah satu langkah utama dalam menghadapi perubahan iklim adalah mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK sebesar 29% pada tahun 2030 dibandingkan dengan skenario business-as-usual. Salah satu cara efektif untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi terbarukan seperti energi surya, angin, dan biomassa. Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai daerah di Indonesia, misalnya, merupakan upaya nyata dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang menghasilkan emisi tinggi .
Hutan Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia dan berfungsi sebagai penyerap karbon alami. Namun, deforestasi dan kebakaran hutan yang tidak terkendali telah mengurangi kemampuan hutan untuk menyerap karbon, sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Pengelolaan hutan yang berkelanjutan, termasuk upaya restorasi lahan gambut dan penanaman kembali hutan yang rusak, menjadi strategi penting dalam menjaga fungsi ekosistem hutan. Selain itu, penguatan kebijakan moratorium terhadap konversi hutan alam menjadi lahan perkebunan juga diperlukan untuk melindungi kawasan hutan yang tersisa .
Sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang emisi GRK, terutama melalui penggunaan pupuk kimia dan alih fungsi lahan. Oleh karena itu, promosi pertanian berkelanjutan menjadi langkah penting dalam mengurangi dampak lingkungan. Sistem pertanian organik, penggunaan pupuk alami, dan rotasi tanaman adalah beberapa metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas lahan tanpa merusak lingkungan. Selain itu, agroforestri, yang menggabungkan pertanian dengan penanaman pohon, dapat membantu meningkatkan penyerapan karbon sambil meningkatkan kesejahteraan petani .
Pengelolaan limbah yang buruk dapat memperparah dampak perubahan iklim melalui emisi metana dari tempat pembuangan akhir (TPA) dan pencemaran air serta tanah. Untuk itu, strategi go green di Indonesia harus mencakup pengelolaan limbah yang lebih efektif, termasuk pengurangan limbah di sumbernya, pemilahan sampah untuk didaur ulang, dan pemanfaatan limbah organik menjadi kompos atau biogas. Pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang modern di kota-kota besar juga dapat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA .
Perubahan perilaku masyarakat adalah kunci sukses dari setiap strategi go green. Oleh karena itu, edukasi dan peningkatan kesadaran lingkungan harus menjadi bagian integral dari upaya menghadapi perubahan iklim. Kampanye yang terus menerus mengenai pentingnya penghematan energi, pengurangan penggunaan plastik, serta upaya pelestarian alam perlu ditingkatkan. Pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah juga perlu diperkuat untuk menanamkan nilai-nilai keberlanjutan kepada generasi muda sejak dini .
Menghadapi perubahan iklim membutuhkan upaya kolektif dari seluruh elemen masyarakat di Indonesia. Dengan menerapkan strategi go green yang mencakup pengurangan emisi GRK, pengelolaan hutan yang berkelanjutan, promosi pertanian berkelanjutan, pengelolaan limbah yang efektif, dan peningkatan kesadaran lingkungan, Indonesia dapat berkontribusi dalam mengatasi tantangan global ini. Melalui tindakan nyata dan kolaborasi yang kuat, kita dapat menjaga lingkungan hidup kita agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Sumber: