Blog › Uncategorized › Mengenal Jenis-Jenis Energi Alternatif
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
4 min read October 27, 2025 in

Ketergantungan manusia terhadap energi fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam telah memberikan dampak serius terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan di bumi. Pembakaran energi fosil menghasilkan emisi gas rumah kaca yang mempercepat pemanasan global (global warming), menimbulkan hujan asam, serta meningkatkan keasaman tanah yang mengancam keseimbangan ekosistem. Lebih jauh, polusi udara dari aktivitas ini turut memicu berbagai penyakit pernapasan dan kardiovaskular pada manusia.
Fenomena tersebut menjadi peringatan penting bahwa ketergantungan berlebihan terhadap energi fosil bukanlah pilihan bijak untuk masa depan. Karena itu, peralihan menuju sumber energi alternatif menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan energi dan kelestarian lingkungan. Berikut penjelasannya!
Energi alternatif merupakan sumber energi yang berasal dari alam dan dapat diperbarui secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan. Tidak seperti energi fosi yang kita ketahui bahwal jumlahnya terbatas dan menghasilkan emisi karbon tinggi, energi alternatif bersifat ramah lingkungan dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik, transportasi, serta kegiatan industri secara lebih hijau.
Beberapa contoh energi alternatif yang telah banyak dikembangkan di berbagai negara, termasuk Indonesia, antara lain tenaga surya, tenaga air, angin, panas bumi (geothermal), dan biomassa.
Energi surya berasal dari pancaran sinar matahari yang dikonversi menjadi listrik menggunakan panel surya atau sistem Photovoltaic (PV). Indonesia, sebagai negara tropis dengan intensitas matahari tinggi sepanjang tahun, memiliki potensi sangat besar untuk mengembangkan energi surya. Selain ramah lingkungan, energi ini juga bisa diterapkan di berbagai skala, mulai dari rumah tangga hingga industri besar.
Tenaga air menjadi salah satu sumber energi alternatif yang sangat potensial di Indonesia. Berdasarkan penelitian oleh Achmad Imam Agung dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), potensi tenaga air nasional secara teoritis mencapai 845 juta BOE, atau setara dengan 75,67 GW. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 6.851 GWh yang dimanfaatkan dengan kapasitas terpasang 4.200 MW, atau hanya sekitar 5,55% dari total potensi yang ada. Potensi besar ini tersebar di berbagai wilayah, termasuk Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Maluku. Selain pembangkit skala besar, terdapat pula potensi mini/micro hydro sebesar 458,75 MW, meski yang sudah terpasang baru sekitar 8 MW.
Biomassa adalah energi yang dihasilkan dari bahan organik seperti limbah pertanian, kayu, atau kotoran hewan. Energi ini mampu menghasilkan listrik dan panas melalui proses pembakaran atau fermentasi anaerobik. Di Indonesia, potensi biomassa cukup besar mengingat sektor pertanian dan perkebunan yang luas, terutama dari sisa kelapa sawit dan tebu.
Apa itu energi bayu? Energi bayu (energi angin) ini diperoleh melalui turbin yang mengubah energi kinetik udara menjadi energi listrik. Beberapa wilayah seperti Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, dan sebagian wilayah pesisir Jawa memiliki kecepatan angin ideal untuk pengembangan wind farm. Atau seperti China yang memiliki energi angin terbesar di dunia Pada tahun 2021, kapasitas terpasang turbin angin Tiongkok mencapai hampir 329 GW.
Sebagai negara dengan aktivitas vulkanik tinggi, Indonesia memiliki salah satu cadangan panas bumi terbesar di dunia. Energi ini dapat diubah menjadi listrik dengan efisiensi tinggi tanpa menghasilkan emisi karbon signifikan.
Ketergantungan pada energi fosil juga berimplikasi pada ketidakstabilan pasokan listrik nasional. Krisis listrik sering kali muncul akibat fluktuasi harga minyak dunia dan keterbatasan cadangan fosil di dalam negeri. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil dalam pembangkit listrik turut memperparah pencemaran udara dan mempercepat laju kerusakan lingkungan.
Oleh karena itu, diversifikasi energi melalui pemanfaatan sumber energi alternatif menjadi langkah penting dalam menjamin ketahanan energi nasional dan mengurangi dampak ekologis jangka panjang.
Energi alternatif bukan sekadar solusi terhadap keterbatasan energi fosil, tetapi juga merupakan langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup generasi mendatang. Dengan potensi alam yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor energi hijau di kawasan Asia Tenggara.
Transisi menuju energi terbarukan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat dan pelaku industri. Saatnya beralih menuju masa depan yang lebih bersih, hemat, dan berkelanjutan.
Kunjungi www.solarkita.com untuk mengetahui bagaimana teknologi tenaga surya dapat menjadi bagian dari solusi energi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan bagi rumah dan bisnis Anda.
Sumber:
Agung, A. I. (n.d.). Potensi sumber energi alternatif dalam mendukung kelistrikan nasional. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Diakses pada 27 Oktober 2025, dari https://share.google/imazXIjj4h1csAggw