Blog › Uncategorized › Mengapa Konsumsi Daging Mengurangi Berdampak Positif pada Lingkungan
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
2 min read July 27, 2024 in

Konsumsi daging memiliki dampak besar terhadap lingkungan, terutama terkait dengan produksi dan pengolahan hewan ternak. Berikut adalah beberapa alasan mengapa konsumsi daging dapat mengurangi dampak positif pada lingkungan:
Peternakan hewan ternak, terutama sapi dan domba, merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca seperti metana dan nitrogen dioksida, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim global.
Produksi daging memerlukan lahan yang luas untuk peternakan dan pakan ternak, yang sering kali mengarah pada deforestasi dan pengurangan habitat alami.
Peternakan hewan membutuhkan jumlah air yang signifikan untuk minum hewan ternak dan untuk irigasi tanaman pakan ternak, yang dapat menyebabkan penurunan ketersediaan air bersih.
Limbah dari peternakan hewan dapat mencemari air dan tanah dengan nutrien berlebih (seperti nitrogen dan fosfor) serta dengan antibiotik dan hormon yang digunakan dalam produksi hewan ternak.
Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi dan perubahan pola konsumsi masyarakat telah meningkatkan konsumsi daging, yang pada gilirannya memperburuk dampak lingkungan. Beberapa inisiatif lokal telah berusaha untuk mengatasi masalah ini, termasuk:
Mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi daging dan beralih ke diet yang lebih berbasis tumbuhan.
Memperkenalkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif peternakan hewan.
Mengajarkan praktik pengelolaan limbah yang lebih baik di peternakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Meskipun ada peningkatan kesadaran akan dampak lingkungan dari konsumsi daging, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengubah pola konsumsi masyarakat dan mempromosikan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Dukungan dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil diperlukan untuk menciptakan perubahan yang signifikan.
Konsumsi daging memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan melalui berbagai faktor, termasuk emisi gas rumah kaca, penggunaan lahan yang luas, dan pencemaran air. Dengan mengadopsi praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan mempromosikan diet yang lebih berbasis tumbuhan, kita dapat berkontribusi pada perlindungan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.