Blog › Uncategorized › Mengapa Energi Terbarukan Harus Menjadi Prioritas dalam Pembangunan Ekonomi
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
6 min read November 18, 2024 in

Di tengah perubahan iklim dan ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil, energi terbarukan telah muncul sebagai solusi yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Sumber energi seperti matahari, angin, biomassa, dan air dapat diakses dengan biaya rendah dalam jangka panjang, menyediakan peluang baru bagi negara-negara untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan ekonomi yang lebih stabil dan tangguh. Energi terbarukan tidak hanya membantu lingkungan tetapi juga mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan keamanan energi.
Energi terbarukan menawarkan kesempatan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang terbatas dan harganya fluktuatif. Ketergantungan pada minyak, gas, dan batu bara menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, terutama di negara-negara yang mengimpor energi ini. Dengan beralih ke sumber energi terbarukan yang bersifat lokal, negara dapat mengurangi biaya impor energi dan mengurangi risiko ekonomi akibat fluktuasi harga energi global.
Contohnya, dengan memanfaatkan energi matahari di negara tropis, seperti Indonesia, kebutuhan impor bahan bakar fosil dapat ditekan secara signifikan, sehingga anggaran dapat dialihkan ke sektor-sektor lain yang lebih produktif.
Transisi ke energi terbarukan menciptakan peluang lapangan kerja yang signifikan dalam berbagai sektor, mulai dari pemasangan panel surya, pengoperasian turbin angin, hingga penelitian dan pengembangan teknologi baru. Menurut laporan International Renewable Energy Agency (IRENA), sektor energi terbarukan mampu menciptakan lebih dari 42 juta pekerjaan di seluruh dunia pada tahun 2050.
Lapangan kerja ini juga lebih merata, karena proyek energi terbarukan dapat diterapkan di berbagai wilayah, termasuk daerah pedesaan, sehingga membantu mendistribusikan kesempatan ekonomi dan mendorong pembangunan daerah. Ini berbeda dengan industri bahan bakar fosil yang cenderung terkonsentrasi di beberapa lokasi tertentu.
Investasi dalam energi terbarukan mendorong inovasi teknologi yang memperkuat daya saing ekonomi. Teknologi penyimpanan energi, sistem grid pintar, dan kendaraan listrik adalah beberapa inovasi yang didorong oleh kebutuhan akan energi yang lebih bersih dan efisien. Negara-negara yang berinvestasi dalam teknologi ini berada di garis depan dalam ekonomi hijau, yang menjadi tren masa depan.
Misalnya, pengembangan teknologi baterai untuk penyimpanan energi tidak hanya bermanfaat bagi sektor energi tetapi juga membuka peluang bagi sektor transportasi dan industri elektronik. Dengan berinovasi dalam energi terbarukan, negara-negara dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar global yang semakin menghargai produk dan teknologi ramah lingkungan.
Energi terbarukan memungkinkan negara untuk mengandalkan sumber energi lokal yang berlimpah dan dapat diperbarui, sehingga meningkatkan ketahanan energi nasional. Negara yang memiliki ketahanan energi yang baik tidak mudah terpengaruh oleh krisis energi global atau gangguan pasokan. Di Indonesia, misalnya, pemanfaatan energi matahari, angin, dan biomassa dapat membantu mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan batu bara yang sebagian besar harus diimpor.
Ketahanan energi juga berarti masyarakat memiliki akses yang lebih andal ke listrik dan energi, yang penting untuk pembangunan ekonomi jangka panjang. Dengan membangun infrastruktur energi terbarukan, negara juga dapat menyediakan listrik yang lebih terjangkau bagi komunitas-komunitas terpencil yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan energi konvensional.
Bahan bakar fosil tidak hanya mahal dari sisi biaya produksi, tetapi juga menimbulkan dampak negatif pada kesehatan dan lingkungan. Polusi udara dari pembakaran bahan bakar fosil telah terbukti meningkatkan risiko penyakit pernapasan, kardiovaskular, dan berbagai penyakit kronis lainnya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara menyebabkan jutaan kematian dini setiap tahunnya di seluruh dunia.
Dengan beralih ke energi terbarukan yang lebih bersih, negara dapat mengurangi dampak kesehatan yang merugikan, sehingga menghemat biaya kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, pengurangan emisi karbon melalui energi terbarukan berkontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim, yang berpengaruh pada ketahanan ekonomi dalam jangka panjang.
Energi terbarukan merupakan fondasi bagi ekonomi hijau yang menjadi prioritas banyak negara di era modern ini. Pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan menciptakan lapangan kerja, mengurangi emisi, dan meningkatkan efisiensi sumber daya alam. Dengan mempercepat adopsi energi terbarukan, negara-negara dapat meningkatkan produktivitas ekonomi dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Ekonomi hijau tidak hanya berfokus pada peningkatan PDB, tetapi juga pada keberlanjutan jangka panjang, yang memastikan bahwa pembangunan saat ini tidak merusak peluang generasi mendatang. Dengan demikian, energi terbarukan memainkan peran penting dalam menciptakan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang, bukan hanya keuntungan jangka pendek.
Meskipun manfaatnya jelas, ada beberapa tantangan dalam menjadikan energi terbarukan sebagai prioritas pembangunan ekonomi:
Seiring dengan meningkatnya komitmen global terhadap energi bersih, energi terbarukan telah menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Negara-negara yang memprioritaskan energi terbarukan akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di masa depan, dengan ekonomi yang lebih stabil, kemandirian energi yang lebih baik, dan kualitas hidup masyarakat yang meningkat.
Dengan dukungan teknologi, kebijakan yang mendukung, dan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, energi terbarukan berpotensi menjadi pilar utama ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam jangka panjang, investasi dalam energi terbarukan tidak hanya menciptakan manfaat ekonomi, tetapi juga membantu menjaga kelestarian planet dan memberikan warisan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Sumber Referensi: