Blog › Uncategorized › Membuat Kompos di Rumah: Cara Mudah Mendaur Ulang Sisa Makanan
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
3 min read August 14, 2024 in

Membuat kompos di rumah merupakan cara yang efektif dan ramah lingkungan untuk mengolah sisa makanan. Proses ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan pupuk alami yang bermanfaat untuk tanaman.
Manfaat Membuat Kompos di Rumah
Sisa makanan dan sampah organik lainnya merupakan bagian terbesar dari sampah rumah tangga. Dengan membuat kompos, kita dapat mengurangi volume sampah yang harus dibuang, sehingga mengurangi beban pada tempat pembuangan akhir dan mengurangi emisi gas metana dari dekomposisi sampah organik di TPA.
Kompos adalah pupuk alami yang kaya akan nutrisi penting bagi tanaman. Penggunaan kompos dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat tanpa perlu menggunakan pupuk kimia yang bisa merusak lingkungan.
Dengan membuat kompos, kita dapat meningkatkan kesadaran diri dan keluarga akan pentingnya pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini juga dapat menjadi edukasi bagi anak-anak tentang siklus alam dan pentingnya menjaga lingkungan.
Pilihlah tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung untuk menempatkan wadah kompos. Anda bisa menggunakan wadah khusus kompos yang dapat dibeli di toko atau membuatnya sendiri dari bahan yang ada di rumah, seperti tong plastik atau keranjang.
Bahan-bahan yang dapat dijadikan kompos dibagi menjadi dua kategori: bahan hijau dan bahan coklat.
Bahan Hijau: Sisa makanan seperti sayuran, buah-buahan, kulit telur, ampas kopi, dan teh.
Bahan Coklat: Daun kering, ranting kecil, kertas non-berwarna, karton, dan serbuk kayu.
Pastikan bahan-bahan ini dipotong kecil-kecil untuk mempercepat proses dekomposisi.
Mulailah dengan meletakkan lapisan bahan coklat di dasar wadah kompos. Kemudian tambahkan lapisan bahan hijau di atasnya. Usahakan untuk menjaga perbandingan bahan hijau dan coklat sekitar 1:3 agar proses dekomposisi berjalan optimal.
Kompos memerlukan kelembaban yang cukup, namun tidak boleh terlalu basah. Jika kompos terasa kering, tambahkan sedikit air. Jika terlalu basah, tambahkan bahan coklat seperti daun kering atau kertas. Pastikan juga kompos mendapatkan sirkulasi udara yang baik dengan mengaduknya secara berkala, minimal sekali seminggu.
Proses pembuatan kompos memerlukan waktu sekitar 2-3 bulan tergantung kondisi bahan dan lingkungan. Kompos yang sudah jadi akan berwarna gelap, berbau seperti tanah, dan teksturnya rapuh. Kompos ini siap digunakan sebagai pupuk alami untuk tanaman di kebun atau pot.
Membuat kompos di rumah adalah langkah sederhana namun efektif untuk mengelola sisa makanan dan sampah organik. Selain mengurangi volume sampah yang harus dibuang, kompos juga menghasilkan pupuk alami yang bermanfaat untuk tanaman. Dengan mengikuti langkah-langkah yang mudah dan menjaga konsistensi, kita dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesuburan tanah di sekitar kita. Melalui praktik ini, kita tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat dan berkelanjutan.