Blog › Uncategorized › Legislator Minta DKI Perbanyak Kawasan Rendah Emisi demi Bebas Polusi: Apakah Mungkin?
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
5 min read October 29, 2024 in

Masalah polusi udara di DKI Jakarta kian menjadi sorotan publik dan pemerintah. Tingginya tingkat polusi udara menyebabkan berbagai dampak negatif pada kesehatan dan kualitas hidup warga. Dalam upaya mengatasi persoalan ini, sejumlah legislator mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbanyak Kawasan Rendah Emisi (Low Emission Zone/LEZ) sebagai salah satu solusi demi mencapai udara bersih dan sehat. Namun, pertanyaannya: seberapa efektif dan mungkinkah pendekatan ini untuk membebaskan Jakarta dari jerat polusi udara?
Kawasan Rendah Emisi atau LEZ adalah area tertentu yang membatasi atau melarang kendaraan dengan emisi tinggi, seperti kendaraan berbahan bakar diesel tua atau yang tidak memenuhi standar emisi tertentu. Di kawasan ini, hanya kendaraan rendah emisi atau yang ramah lingkungan seperti kendaraan listrik atau kendaraan yang memenuhi standar emisi tertentu yang diizinkan untuk melintas. Tujuan utama dari kebijakan LEZ adalah mengurangi emisi polutan yang disebabkan oleh transportasi, terutama di daerah yang padat lalu lintas dan aktivitas.
Jakarta sudah mulai menerapkan kawasan rendah emisi di beberapa titik, seperti kawasan Kota Tua, sebagai upaya awal untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi. Namun, tingkat polusi udara di ibu kota yang masih tinggi membuat para legislator mendorong pemerintah untuk memperluas penerapan LEZ ke lebih banyak area strategis di Jakarta.
Jakarta sering kali masuk dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, terutama pada saat musim kemarau ketika polutan terperangkap di atmosfer. Menurut data IQAir, Jakarta sering kali mencapai tingkat polusi PM2.5 yang melampaui batas aman yang ditetapkan oleh WHO. Polusi udara dengan kandungan PM2.5 tinggi dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan, penyakit kardiovaskular, hingga penurunan fungsi paru-paru.
Meningkatnya angka penyakit yang terkait dengan polusi udara di Jakarta membuat urgensi penerapan kebijakan LEZ semakin meningkat. Legislator memandang bahwa memperluas kawasan rendah emisi akan membantu mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang menghasilkan polutan, terutama di area padat seperti pusat bisnis dan pemukiman. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ruang publik yang lebih sehat dan menurunkan risiko kesehatan akibat polusi.
Walaupun penerapan kawasan rendah emisi terdengar ideal, implementasinya di Jakarta memiliki sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah:
Jika tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi, penerapan LEZ yang luas di Jakarta berpotensi memberikan berbagai manfaat positif, antara lain:
Menghilangkan polusi udara sepenuhnya di Jakarta mungkin akan sulit dicapai dalam jangka pendek, mengingat banyaknya faktor yang berkontribusi terhadap pencemaran udara, termasuk aktivitas industri dan emisi dari kendaraan pribadi yang tinggi. Namun, memperluas kawasan rendah emisi adalah langkah awal yang efektif untuk mengurangi dampak polusi udara secara bertahap. Penerapan LEZ di lebih banyak area di Jakarta dapat menjadi model yang mendorong perubahan jangka panjang menuju kota yang lebih sehat.
Pada akhirnya, keberhasilan implementasi kawasan rendah emisi di Jakarta bergantung pada komitmen berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen yang konsisten, Jakarta dapat mencapai kualitas udara yang lebih baik dan mengurangi dampak negatif polusi bagi kesehatan warganya.