Blog › Uncategorized › Kota di Dunia yang Menggunakan 100% Energi Terbarukan: Apa yang Bisa Kita Pelajari
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
3 min read October 15, 2024 in

Di tengah upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan menghadapi perubahan iklim, beberapa kota di seluruh dunia telah mengambil langkah berani dengan beralih sepenuhnya ke energi terbarukan. Kota-kota ini tidak hanya menunjukkan bahwa transisi energi yang bersih adalah mungkin, tetapi juga menyediakan model yang dapat dipelajari oleh kota-kota lain di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa kota yang telah mencapai penggunaan 100% energi terbarukan dan pelajaran penting yang bisa kita ambil dari pencapaian mereka.
Reykjavik, ibu kota Islandia, adalah salah satu contoh terkemuka dari kota yang berhasil menggunakan 100% energi terbarukan. Kota ini memanfaatkan sumber daya geothermal yang melimpah dan energi hidroelektrik untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Sekitar 85% dari energi yang digunakan di Islandia berasal dari geothermal, sedangkan sisanya dari energi hidroelektrik. Keberhasilan Reykjavik dalam menggunakan energi terbarukan tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga memastikan keberlanjutan energi di masa depan.
Pelajaran yang Bisa Dipelajari:
Pemanfaatan Sumber Daya Lokal: Reykjavik memanfaatkan sumber daya geotermal dan hidroelektrik lokal, menunjukkan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia untuk mencapai target energi terbarukan.
San Diego, California, telah membuat komitmen besar untuk menggunakan 100% energi terbarukan pada tahun 2035. Saat ini, kota ini telah mencapai kemajuan signifikan dengan mendekati angka 50% dari energi terbarukan dalam portofolio energinya. San Diego mengandalkan energi solar, angin, dan biomassa untuk memenuhi kebutuhan energi kota. Inisiatif mereka mencakup program penyimpanan energi dan peningkatan infrastruktur untuk mendukung transisi ini.
Pelajaran yang Bisa Dipelajari:
Komitmen Jangka Panjang dan Perencanaan: San Diego menunjukkan pentingnya perencanaan jangka panjang dan komitmen politik dalam mencapai target energi terbarukan, serta perlunya berinvestasi dalam infrastruktur yang mendukung transisi tersebut.
Kivalina, sebuah desa kecil di Alaska, juga telah berkomitmen untuk menggunakan energi terbarukan sepenuhnya. Terisolasi dan terpengaruh oleh perubahan iklim, Kivalina telah beralih ke sistem energi terbarukan seperti tenaga angin dan tenaga surya untuk mengatasi tantangan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Proyek energi terbarukan di Kivalina tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon tetapi juga meningkatkan ketahanan energi desa terhadap perubahan iklim.
Pelajaran yang Bisa Dipelajari:
Ketahanan Energi: Kivalina menunjukkan bagaimana energi terbarukan dapat membantu komunitas yang terisolasi dan rentan terhadap perubahan iklim meningkatkan ketahanan energi mereka dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang tidak berkelanjutan.
Kota-kota yang telah mencapai penggunaan 100% energi terbarukan memberikan contoh yang menginspirasi dan berharga tentang bagaimana kota-kota lain dapat mencapai target serupa. Dari pemanfaatan sumber daya lokal hingga perencanaan jangka panjang dan peningkatan ketahanan energi, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman mereka. Dengan komitmen dan strategi yang tepat, transisi ke energi terbarukan bukan hanya memungkinkan tetapi juga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.