Blog › Uncategorized › Indonesia dan Negara ASEAN Lainnya Sepakat untuk Transisi Energi Bersih
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
6 min read November 18, 2024 in

Indonesia bersama dengan negara-negara ASEAN lainnya telah menyepakati komitmen untuk bertransisi menuju energi bersih sebagai bagian dari upaya regional dalam mengatasi krisis iklim. Kesepakatan ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan energi terbarukan di Asia Tenggara, serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang selama ini mendominasi kebutuhan energi di kawasan tersebut. Dengan populasi yang terus meningkat dan permintaan energi yang tinggi, ASEAN menjadi kawasan strategis yang perlu mengambil langkah konkret dalam mengurangi emisi karbon dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Transisi energi bersih adalah langkah yang mendesak bagi ASEAN, mengingat kawasan ini sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti banjir, kenaikan suhu, dan cuaca ekstrem. Setiap tahun, negara-negara di Asia Tenggara mengalami dampak lingkungan yang semakin parah, yang mengancam ketahanan pangan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat. Selain itu, permintaan energi di ASEAN diproyeksikan meningkat dua kali lipat pada tahun 2040, sehingga perlu adanya kebijakan yang mampu memenuhi kebutuhan energi tanpa merusak lingkungan.
Dalam rangka mengatasi tantangan ini, negara-negara ASEAN telah bersepakat untuk bersama-sama meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi, mengembangkan infrastruktur energi bersih, dan berkolaborasi dalam transfer teknologi. Kesepakatan ini sejalan dengan tujuan ASEAN untuk mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2050, sebuah target ambisius yang menuntut kolaborasi, komitmen, dan investasi besar dari seluruh negara anggota.
Sebagai negara dengan populasi terbesar di ASEAN, Indonesia memainkan peran penting dalam kesepakatan ini. Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen serius untuk beralih ke energi bersih melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menargetkan 23% porsi energi terbarukan pada 2025. Langkah konkret yang telah diambil Indonesia meliputi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, tenaga angin, biomassa, dan tenaga panas bumi. Indonesia juga menargetkan untuk menghentikan penggunaan batu bara secara bertahap dan memperbanyak proyek energi terbarukan di berbagai daerah.
Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan sektor swasta dan negara lain untuk memobilisasi investasi di sektor energi terbarukan. Indonesia juga berkomitmen dalam menyediakan insentif pajak dan kemudahan perizinan bagi proyek energi bersih, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung pengembangan energi terbarukan.
Meskipun komitmen dan kesepakatan telah diambil, transisi energi bersih di ASEAN menghadapi berbagai tantangan yang tidak bisa diabaikan:
Meskipun menghadapi tantangan, transisi energi bersih di ASEAN memiliki dampak positif yang besar bagi lingkungan dan masyarakat:
ASEAN menyadari bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan transisi energi bersih. Negara-negara anggota ASEAN telah bekerja sama dalam berbagi teknologi, pengalaman, dan keahlian melalui berbagai forum dan proyek. Salah satu inisiatif penting adalah pembentukan ASEAN Centre for Energy (ACE) yang berfungsi sebagai pusat informasi dan kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan di kawasan.
Negara-negara ASEAN juga bekerja sama dengan berbagai organisasi internasional, seperti Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan lembaga lingkungan global lainnya untuk memperoleh pendanaan dan bantuan teknis dalam mewujudkan transisi energi bersih.
Kesepakatan antara Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya untuk bertransisi menuju energi bersih adalah langkah strategis dalam menghadapi perubahan iklim dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Meskipun masih ada banyak tantangan, komitmen ASEAN dalam memperluas penggunaan energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon mencerminkan kesadaran akan pentingnya tindakan kolektif dalam melindungi lingkungan. Dengan kolaborasi yang kuat, dukungan kebijakan yang konsisten, dan inovasi teknologi, ASEAN memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam transisi energi bersih di Asia.
Sumber Referensi: