Blog › Uncategorized › Ide Proyek Eco-Friendly untuk Tugas Sekolah: Menginspirasi Generasi Peduli Lingkungan
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
5 min read October 31, 2024 in

Dalam era perubahan iklim dan peningkatan polusi, kesadaran akan keberlanjutan menjadi semakin penting, terutama bagi generasi muda. Sekolah bisa memainkan peran penting dalam menanamkan kebiasaan ramah lingkungan sejak dini melalui proyek-proyek kreatif yang mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan. Berikut adalah beberapa ide proyek eco-friendly yang menarik dan mendidik bagi anak sekolah, yang dapat membantu mereka memahami dan menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Eco-bricks adalah botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik non-organik seperti bungkus makanan atau kantong plastik. Eco-bricks ini bisa digunakan untuk membangun struktur kecil atau bahkan furnitur ramah lingkungan.
Langkah-langkah:
Proyek ini membantu mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan memberikan pemahaman tentang pentingnya daur ulang (Plastic Bank, 2023).
Kebun vertikal adalah cara menanam tanaman di lahan sempit dengan memanfaatkan ruang vertikal. Anak-anak bisa belajar menanam sayuran atau tanaman hias dengan menggunakan botol plastik bekas yang digantung di dinding atau rak vertikal.
Langkah-langkah:
Proyek ini tidak hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga mengajarkan anak-anak untuk bercocok tanam dan menghargai alam (Green School Initiative, 2023).
Anak-anak dapat mengumpulkan kertas bekas dari sekolah atau rumah, lalu mengubahnya menjadi kertas daur ulang. Proses ini melibatkan penghancuran, pencampuran dengan air, dan pengeringan kembali kertas, yang kemudian dapat digunakan kembali.
Langkah-langkah:
Kegiatan ini memberi pemahaman kepada siswa tentang proses daur ulang dan bagaimana bahan bekas dapat digunakan kembali untuk mengurangi kebutuhan kertas baru (Eco Kids, 2022).
Minyak goreng bekas dapat didaur ulang menjadi sabun cair. Proyek ini mengajarkan siswa tentang cara mengelola limbah dapur dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak goreng bekas.
Langkah-langkah:
Proyek ini mengajarkan cara mengurangi limbah rumah tangga serta memperkenalkan proses kimia sederhana kepada siswa (WWF, 2023).
Kompos adalah pupuk alami yang bisa dibuat dari limbah dapur seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan kulit telur. Dengan proyek ini, siswa bisa memahami proses alami penguraian serta manfaat kompos bagi tanaman.
Langkah-langkah:
Proyek ini tidak hanya mengurangi sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi tanaman di sekitar sekolah (Green Education Foundation, 2022).
Kampanye "Zero Waste" bertujuan untuk mengurangi sampah di lingkungan sekolah. Anak-anak dapat bekerja sama membuat poster edukatif, membagikan tips ramah lingkungan, atau membentuk kelompok “Zero Waste” yang mendukung penggunaan produk bebas plastik.
Langkah-langkah:
Bentuk tim siswa yang bertugas mengedukasi teman-teman tentang pentingnya mengurangi sampah.
Sediakan tempat sampah terpisah untuk daur ulang di setiap sudut sekolah.
Adakan lomba pengumpulan sampah daur ulang antar kelas atau lomba kreatif membuat kerajinan dari barang bekas.
Selain mengurangi sampah, kampanye ini melatih anak untuk berpikir kritis tentang konsumsi sehari-hari mereka dan dampak lingkungan yang dihasilkan (Earth Day Network, 2023).
Anak-anak dapat diajak untuk merancang poster tentang pentingnya hemat energi, seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan peralatan listrik hemat energi, dan manfaat energi terbarukan.
Langkah-langkah:
Proyek ini mengajarkan anak-anak pentingnya hemat energi dan mendukung kampanye sekolah yang lebih peduli terhadap penggunaan energi yang berkelanjutan (UNICEF, 2022).
Melalui proyek-proyek eco-friendly ini, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini membentuk pemahaman anak tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif dari kebiasaan konsumtif. Selain bermanfaat secara edukatif, proyek-proyek ini juga membangkitkan kreativitas anak-anak, membuat mereka lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, dan menjadi agen perubahan untuk masa depan yang lebih hijau.