Blog › Uncategorized › Gaya Hidup Digital Hijau: Kurangi Jejak Karbon Internet dari Rumah
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
3 min read April 11, 2025 in

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, gaya hidup digital sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Namun, di balik kenyamanan ini, aktivitas digital ternyata turut menyumbang emisi karbon global. Mulai dari streaming video, menyimpan data di cloud, hingga membiarkan perangkat menyala tanpa digunakan semuanya memerlukan energi besar dari pusat data (data center) dan jaringan internet.
Gaya Hidup Digital Hijau adalah pola hidup yang memadukan penggunaan teknologi secara bijak dan ramah lingkungan, bertujuan mengurangi jejak karbon, limbah elektronik, serta konsumsi energi digital yang berlebihan. Konsep ini mendorong individu, komunitas, dan perusahaan untuk lebih sadar bahwa aktivitas digital pun memiliki dampak lingkungan.
Menghemat energi adalah langkah pertama dalam gaya hidup digital hijau:
Contoh: Menyetel laptop ke mode hemat daya saat mengetik, atau mengaktifkan dark mode di aplikasi media sosial.
Setiap aktivitas online meninggalkan jejak karbon, terutama dari data center.
Contoh: Menghapus file lama di Google Drive, memilih kualitas 480p saat menonton video tutorial.
Limbah elektronik adalah masalah besar di era digital.
Contoh: Memperbaiki HP yang rusak layar daripada langsung membeli baru.
Konsumsi berlebihan—baik perangkat maupun konten—perlu dikendalikan.
Contoh: Memilih merek laptop yang menggunakan bahan daur ulang dan proses produksi rendah emisi.
Teknologi digital bisa menggantikan banyak proses manual.
Contoh: Menggelar rapat proyek lintas kota via Zoom daripada bepergian.
Menurut studi dari MDPI (Multidisciplinary Digital Publishing Institute), ekonomi digital dapat berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon, khususnya melalui kerja jarak jauh, digitalisasi dokumen, dan efisiensi transportasi. Artinya, kebiasaan sederhana seperti gaya hidup digital hijau sejalan dengan strategi mitigasi iklim skala nasional.
Gaya hidup digital hijau bukan sekadar tren, melainkan bentuk tanggung jawab di era teknologi. Dari hal kecil seperti menghapus email yang tidak penting, memperpanjang umur perangkat elektronik, hingga beralih ke dokumen digital, kita dapat berperan dalam mengurangi beban energi global.
Saat semakin banyak orang menyadari dampak digital terhadap lingkungan, kita bukan hanya sedang menjaga bumi, tetapi juga membangun ekonomi yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dari rumah, dari genggaman tangan, perubahan besar bisa dimulai—dan semua itu dimulai dari satu kebiasaan kecil.
Sumber: https://www.mdpi.com/2071-1050/16/20/8926