Blog › Uncategorized › Energi Terbarukan di Sektor Pariwisata: Menuju Destinasi Ramah Lingkungan
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
5 min read October 31, 2024 in

Pariwisata telah menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar di dunia, memberikan kontribusi signifikan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, industri ini juga menjadi salah satu penyebab utama peningkatan emisi karbon dan polusi lingkungan. Oleh karena itu, beralih ke energi terbarukan dalam sektor pariwisata adalah langkah penting menuju destinasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penggunaan energi terbarukan di sektor pariwisata bukan hanya tren, tetapi kebutuhan untuk mengurangi jejak karbon dan menjaga kelestarian alam yang menjadi daya tarik utama berbagai destinasi. Dengan menggunakan sumber energi seperti matahari, angin, air, dan biomassa, destinasi wisata dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang berdampak buruk bagi lingkungan (UNEP, 2023).
Setiap destinasi memiliki potensi energi terbarukan yang berbeda. Misalnya, wilayah tropis seperti Indonesia memiliki paparan sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun, sehingga optimal untuk energi surya. Daerah pesisir memiliki potensi energi angin, sementara wilayah pegunungan cocok untuk tenaga air.
Mengintegrasikan energi terbarukan memerlukan investasi awal untuk pemasangan panel surya, turbin angin, atau fasilitas tenaga air. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat membantu dalam pendanaan dan pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan. Insentif seperti pengurangan pajak bagi perusahaan yang menerapkan energi terbarukan juga dapat memacu pertumbuhan destinasi wisata yang lebih ramah lingkungan (IEA, 2023).
Pelibatan komunitas lokal dalam program energi terbarukan penting untuk mendukung keberlanjutan. Melalui program edukasi, masyarakat dapat memahami manfaat dan cara-cara untuk menjaga keberlanjutan energi. Banyak destinasi wisata yang telah bekerja sama dengan masyarakat untuk memanfaatkan biomassa dari sisa-sisa pertanian atau limbah organik, yang kemudian digunakan sebagai sumber energi alternatif.
Selain menikmati keindahan alam, wisatawan kini tertarik untuk mendapatkan pengalaman yang edukatif dan bermakna. Destinasi dapat menawarkan tur edukatif tentang penggunaan energi terbarukan di lokasi, seperti tur pembangkit tenaga surya atau tur wind farm. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan kepedulian wisatawan terhadap lingkungan tetapi juga menambah nilai jual destinasi.
Pemerintah memainkan peran penting dalam mendukung adopsi energi terbarukan di sektor pariwisata melalui regulasi, insentif pajak, dan program dukungan finansial. Di beberapa negara, pemerintah telah mengimplementasikan kebijakan yang mendorong hotel, resor, dan bisnis pariwisata lainnya untuk beralih ke energi terbarukan.
Sebagai contoh, pemerintah Costa Rica telah mengadopsi kebijakan untuk menjadikan sektor pariwisata mereka bebas karbon pada tahun 2030 dengan dukungan penuh pada energi terbarukan. Hal ini memposisikan Costa Rica sebagai salah satu destinasi wisata paling ramah lingkungan di dunia (World Tourism Organization, 2023).
Di Indonesia, kebijakan pemerintah yang mendukung energi terbarukan juga semakin berkembang, terutama dengan adanya target bauran energi nasional sebesar 23% dari energi terbarukan pada 2025. Beberapa program pemerintah ini didukung oleh organisasi internasional dan sektor swasta untuk membantu pendanaan dan riset yang berkelanjutan.
Penggunaan energi terbarukan dalam sektor pariwisata adalah langkah penting untuk menciptakan destinasi ramah lingkungan yang berkelanjutan. Dengan komitmen dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal, penerapan energi terbarukan dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak lingkungan dari pariwisata, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang peduli lingkungan. Langkah menuju destinasi pariwisata yang ramah lingkungan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi alam dan meningkatkan reputasi destinasi tersebut di mata dunia.