Blog › Uncategorized › Energi Surya vs. Energi Fosil: Perbandingan dan Keuntungan
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
4 min read July 14, 2024 in

Dalam upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan memerangi perubahan iklim, pilihan antara energi surya dan energi fosil menjadi semakin relevan. Keduanya memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda terhadap lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan. Artikel ini akan membandingkan energi surya dan energi fosil, serta menguraikan keuntungan dari masing-masing sumber energi.
1. Sumber dan Ketersediaan:
2. Dampak Lingkungan:
3. Biaya dan Ekonomi:
4. Keberlanjutan:
1. Ramah Lingkungan: Energi surya tidak menghasilkan emisi CO2 atau polutan lainnya saat digunakan. Ini membuatnya menjadi pilihan yang sangat ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil.
2. Mengurangi Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil: Dengan memanfaatkan energi surya, negara-negara dapat mengurangi ketergantungan mereka pada impor bahan bakar fosil, yang sering kali berasal dari daerah dengan ketidakstabilan politik.
3. Peningkatan Kesehatan Masyarakat: Mengurangi polusi udara dari pembakaran bahan bakar fosil dapat meningkatkan kualitas udara dan mengurangi masalah kesehatan terkait seperti asma dan penyakit paru-paru.
4. Penghematan Biaya Jangka Panjang: Setelah investasi awal, biaya operasional sistem energi surya sangat rendah. Ini dapat menghasilkan penghematan biaya energi yang signifikan dalam jangka panjang.
5. Penciptaan Lapangan Kerja: Industri energi surya menciptakan berbagai peluang pekerjaan, mulai dari penelitian dan pengembangan hingga pemasangan dan pemeliharaan panel surya.
6. Kemandirian Energi: Energi surya memungkinkan individu dan komunitas untuk menghasilkan listrik mereka sendiri, mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik dan meningkatkan ketahanan energi.
1. Infrastruktur yang Sudah Ada: Infrastruktur energi fosil sudah mapan dan tersebar luas, membuatnya mudah diakses dan digunakan saat ini.
2. Daya yang Konsisten: Energi fosil dapat menyediakan daya yang konsisten dan dapat diandalkan, berbeda dengan beberapa sumber energi terbarukan yang tergantung pada kondisi cuaca.
3. Biaya Awal yang Rendah: Biaya pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil sering kali lebih rendah dibandingkan dengan beberapa proyek energi terbarukan, meskipun biaya lingkungan dan operasionalnya tinggi.
Meskipun energi fosil memiliki beberapa keuntungan, dampak negatifnya terhadap lingkungan dan keberlanjutannya sangat signifikan. Energi surya menawarkan solusi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan ekonomis dalam jangka panjang. Dengan terus berkembangnya teknologi dan penurunan biaya, energi surya semakin menjadi pilihan yang menarik untuk masa depan energi global. Berkontribusi dalam berkembangnya teknologi untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan bersama dengan SolarKita. Yuk, konsultasi gratis bersama konsultan terbaik kami. Klik disini.
Sumber :
International Energy Agency (IEA)
Lazard's Levelized Cost of Energy Analysis
Environmental Protection Agency (EPA)