Blog › Uncategorized › Energi Matahari Kini Lebih Murah dari Energi Fosil: Bagaimana Dampaknya terhadap Pasar Global
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
3 min read October 28, 2024 in

Energi matahari kini telah menjadi bintang baru di pasar energi global. Dulu, energi fosil seperti minyak, gas, dan batu bara selalu menjadi pilihan utama karena dianggap paling ekonomis. Namun, perkembangan teknologi dan skala produksi telah membuat energi matahari jauh lebih murah dan kompetitif. Perubahan ini berdampak besar terhadap ekonomi global, lingkungan, dan cara kita memandang energi di masa depan.
Penurunan harga energi matahari selama satu dekade terakhir sangat mengejutkan. Menurut laporan dari International Renewable Energy Agency (IRENA), sejak 2010, biaya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar turun hingga 85%. Artinya, energi matahari kini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga ramah di kantong.
Salah satu contohnya adalah proyek di Arab Saudi, di mana mereka berhasil memecahkan rekor dengan biaya listrik dari matahari hanya 1,35 sen per kWh, lebih murah daripada energi fosil seperti batu bara dan gas alam. Ini menunjukkan bahwa energi surya bukan lagi teknologi masa depan—ia sudah ada di sini, dan lebih murah!
Dengan energi matahari yang semakin terjangkau, kita bisa melihat dampak besar terhadap pasar global. Beberapa perubahan penting di antaranya:
Walaupun energi matahari kini lebih murah, ada tantangan yang masih perlu diatasi. Infrastruktur untuk mendukung energi terbarukan, seperti penyimpanan energi dan jaringan distribusi, membutuhkan investasi besar. Selain itu, negara-negara yang perekonomiannya sangat bergantung pada energi fosil perlu menemukan cara untuk beradaptasi dengan cepat atau mereka berisiko tertinggal.
Namun, masa depan terlihat cerah! Dengan teknologi penyimpanan energi yang terus berkembang, energi matahari akan menjadi lebih andal dan stabil. Dan dengan semakin banyak negara yang berinvestasi dalam energi hijau, transisi global menuju energi bersih semakin dekat.
Murahnya energi matahari dibandingkan energi fosil membawa perubahan besar bagi pasar global. Tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan yang lebih hijau, lebih berkelanjutan, dan lebih ekonomis. Dengan semakin banyak negara yang beralih ke energi terbarukan, kita bisa optimis bahwa dunia akan semakin bebas dari polusi dan ketergantungan pada energi fosil. Masa depan energi kini ada di tangan sinar matahari!
Sumber: