Blog › Uncategorized › Energi Hijau sebagai Solusi Perubahan Iklim
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
4 min read September 16, 2025 in

Dalam beberapa tahun terakhir, kita semakin sering mendengar istilah perubahan iklim. Bukan sekadar isu global, perubahan ini benar-benar nyata terasa dalam kehidupan kita sehari-hari. Suhu udara makin panas, musim hujan dan kemarau tidak lagi menentu, hingga bencana alam seperti banjir dan kekeringan semakin sering terjadi. Semua ini adalah tanda bahwa bumi kita sedang menghadapi tantangan besar.
Penyebab utamanya adalah cara kita memanfaatkan energi selama ini yang terlalu bergantung pada bahan bakar fosil. Setiap kali listrik dihasilkan dari batu bara atau minyak bumi, emisi karbon akan dilepaskan ke udara. Gas inilah yang kemudian terperangkap di atmosfer, membuat bumi semakin panas. Jika tidak ada langkah nyata, dampaknya bisa semakin parah bagi kehidupan manusia maupun ekosistem.
Di tengah situasi ini, energi hijau (green energy) hadir sebagai jalan keluar. Energi ini berasal dari sumber daya alam yang bisa diperbarui, seperti matahari, angin, dan air. Proses penghasilannya tidak merusak lingkungan, sehingga menjadi salah satu solusi paling efektif dalam melawan krisis iklim.
Seiring dengan meningkatnya ancaman perubahan iklim, energi hijau bukan lagi sekadar alternatif, melainkan sebuah keharusan. Mengandalkan energi yang ramah lingkungan berarti kita ikut melindungi bumi dari kerusakan lebih lanjut.
Komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29–41% pada tahun 2030 adalah bukti nyata betapa pentingnya transisi ini. Artinya, kita semua, baik individu, rumah tangga, maupun perusahaan, punya peran untuk mendukung target tersebut dengan beralih ke energi bersih.
Indonesia punya modal besar untuk mengembangkan energi hijau, terutama dari sinar matahari. Menurut data Kementerian ESDM dan beberapa laporan energi tahun 2024, potensi energi surya di tanah air mencapai 207,8 Giga Watt (GW). Angka ini menunjukkan betapa melimpahnya peluang untuk memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik.
Pemerintah juga sudah menargetkan peningkatan kapasitas energi surya terpasang hingga 2.145 MW pada tahun 2030, khususnya lewat program PLTS Atap. Saat ini, beberapa proyek besar sudah terealisasi. Misalnya, PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat dengan kapasitas 192 MWp yang menjadi PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara. Ada juga PLTS Likupang di Sulawesi Utara dan PLTS Oelpuah di Nusa Tenggara Timur yang sudah beroperasi dan menyuplai listrik ramah lingkungan ke masyarakat.
Semua pencapaian ini adalah langkah awal untuk membuktikan bahwa energi surya bukan lagi wacana, melainkan solusi nyata.
Bagi masyarakat, bentuk penerapan energi hijau yang paling mudah dijangkau adalah panel surya. Indonesia yang mendapat sinar matahari sepanjang tahun tentu sangat ideal untuk mengembangkan sistem ini.
Dengan memasang panel surya di rumah atau gedung, kita bisa:
Menghasilkan listrik sendiri dari energi matahari.
Mengurangi tagihan listrik bulanan.
Berkontribusi dalam menekan emisi karbon.
Bahkan, listrik dari panel surya tidak hanya untuk lampu, tapi juga mampu menggerakkan peralatan besar seperti kulkas, mesin cuci, AC, hingga pompa air. Jadi, kita tetap bisa hidup nyaman sekaligus ramah lingkungan.
Menggunakan energi hijau lewat panel surya bukan hanya tentang efisiensi biaya hari ini, melainkan juga tentang investasi jangka panjang. Panel surya memiliki umur pakai hingga puluhan tahun dengan perawatan yang relatif mudah. Bayangkan, dalam kurun waktu itu kita bisa menikmati listrik yang lebih hemat dan stabil, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan.
Perubahan iklim adalah tantangan besar yang harus kita hadapi bersama. Kita tidak bisa hanya berharap pada langkah pemerintah atau organisasi besar. Setiap individu bisa ikut berperan, salah satunya dengan beralih ke energi hijau.
Indonesia punya potensi luar biasa dari energi matahari. Dengan memanfaatkan sistem panel surya, kita bisa mengurangi ketergantungan pada listrik berbahan fosil, memangkas tagihan listrik, dan yang terpenting: ikut menjaga bumi tetap layak huni. Jika semakin banyak rumah, sekolah, kantor, hingga pabrik beralih ke energi hijau, dampaknya akan luar biasa besar bagi generasi mendatang.
Perlu diingat, keputusan beralih ke energi hijau bukan hanya soal gaya hidup modern, tapi juga bentuk tanggung jawab kita terhadap masa depan anak cucu. Bumi yang sehat adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan.
Ingin memulai langkah nyata dengan energi hijau? SolarKita siap membantu Anda dari konsultasi, survei, hingga instalasi. Kunjungi www.solarkita.com sekarang juga untuk mendapatkan konsultasi gratis dan wujudkan rumah hemat energi bersama SolarKita.