Blog › Uncategorized › Energi Hidrogen: Bahan Bakar Masa Depan yang Ramah Lingkungan
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
4 min read October 09, 2024 in

Energi hidrogen sering disebut-sebut sebagai bahan bakar masa depan yang ramah lingkungan. Dengan potensi untuk menggantikan bahan bakar fosil, hidrogen menawarkan peluang besar dalam menghadapi krisis iklim global. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi energi berkelanjutan, teknologi hidrogen muncul sebagai kandidat yang menjanjikan untuk berbagai sektor, dari transportasi hingga industri berat. Namun, apa yang membuat energi hidrogen begitu menarik, dan apa tantangan yang dihadapinya?
Energi hidrogen merujuk pada penggunaan hidrogen sebagai sumber bahan bakar. Hidrogen adalah elemen paling melimpah di alam semesta, tetapi di Bumi, hidrogen jarang ditemukan dalam bentuk murni. Untuk mendapatkan hidrogen, proses elektrolisis air digunakan, yang memisahkan molekul air menjadi hidrogen dan oksigen menggunakan energi listrik. Proses ini menjadi ramah lingkungan jika listrik yang digunakan berasal dari sumber energi terbarukan seperti matahari atau angin.
Ada tiga jenis utama hidrogen berdasarkan proses produksinya:
Hidrogen adalah sumber energi yang bersih karena tidak menghasilkan emisi karbon ketika digunakan sebagai bahan bakar. Saat dibakar atau digunakan dalam sel bahan bakar, hasil sampingannya adalah air, yang tidak mencemari lingkungan. Hal ini menjadikan hidrogen sebagai alternatif yang ideal untuk bahan bakar fosil yang saat ini mendominasi industri transportasi dan energi.
Selain itu, jika hidrogen diproduksi menggunakan energi terbarukan (seperti angin atau matahari), proses ini hampir tidak memiliki jejak karbon. Oleh karena itu, hidrogen hijau dianggap sebagai salah satu solusi paling ramah lingkungan yang tersedia saat ini.
Meski menghadapi tantangan, energi hidrogen memiliki prospek yang sangat menjanjikan di masa depan. Banyak negara, termasuk Jepang, Jerman, dan Korea Selatan, telah mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan penggunaan hidrogen sebagai bagian dari strategi mereka untuk mencapai emisi nol bersih. Jepang, misalnya, telah menginvestasikan miliaran dolar dalam pengembangan infrastruktur hidrogen dan teknologi terkait, termasuk sel bahan bakar hidrogen untuk mobil.
Di Eropa, Uni Eropa juga telah meluncurkan inisiatif hidrogen sebagai bagian dari Green Deal mereka, yang bertujuan untuk mendekarbonisasi ekonomi Eropa. Program ini mencakup investasi besar-besaran dalam produksi hidrogen hijau, penelitian dan pengembangan teknologi, serta pembangunan infrastruktur yang diperlukan.
Selain itu, banyak perusahaan swasta, termasuk produsen mobil seperti Toyota dan Hyundai, telah memperkenalkan kendaraan berbahan bakar hidrogen sebagai alternatif ramah lingkungan untuk kendaraan berbahan bakar fosil.
Energi hidrogen menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan energi masa depan. Sebagai bahan bakar dengan emisi nol, hidrogen hijau memiliki potensi besar untuk menggantikan bahan bakar fosil dan membantu mencapai target emisi nol global. Meski tantangan teknis dan ekonomi masih ada, perkembangan teknologi dan investasi dalam infrastruktur akan memainkan peran kunci dalam menjadikan hidrogen sebagai bahan bakar masa depan.
Dengan adopsi yang semakin meluas, hidrogen memiliki kapasitas untuk merubah industri energi global dan membantu kita mencapai masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.