Blog › Uncategorized › Dampak Perubahan Iklim pada Pertanian Global
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
3 min read July 20, 2024 in

Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini. Dampaknya terasa di berbagai sektor, salah satunya adalah pertanian. Sebagai sektor yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan iklim, pertanian global menghadapi berbagai ancaman serius akibat perubahan iklim. Artikel ini akan membahas bagaimana perubahan iklim mempengaruhi pertanian di seluruh dunia, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut.
Salah satu dampak paling nyata dari perubahan iklim adalah peningkatan suhu global. Menurut laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), suhu rata-rata global telah meningkat sekitar 1,2°C sejak era pra-industri. Peningkatan suhu ini menyebabkan musim tanam berubah, mempengaruhi waktu tanam dan panen tanaman. Selain itu, suhu yang lebih tinggi meningkatkan evaporasi, yang dapat menyebabkan kekeringan lebih sering dan parah di beberapa daerah.
Perubahan iklim juga mempengaruhi pola curah hujan global. Beberapa daerah mengalami peningkatan curah hujan, sementara yang lain menghadapi penurunan signifikan. Perubahan ini dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor, yang merusak lahan pertanian dan mengurangi produktivitas tanaman. Di sisi lain, daerah yang mengalami penurunan curah hujan menghadapi risiko kekurangan air untuk irigasi, yang sangat penting untuk pertanian.
Perubahan iklim juga memengaruhi ekosistem yang mendukung pertanian. Perubahan suhu dan pola curah hujan dapat mempengaruhi populasi hama dan penyakit tanaman. Misalnya, suhu yang lebih hangat dapat memperpanjang musim hidup hama, meningkatkan jumlah serangan hama pada tanaman. Selain itu, perubahan iklim dapat mempengaruhi populasi polinator seperti lebah, yang sangat penting untuk proses penyerbukan banyak tanaman.
Dampak langsung dari perubahan iklim adalah penurunan produktivitas tanaman. Tanaman seperti gandum, jagung, dan padi, yang merupakan sumber makanan utama bagi sebagian besar populasi dunia, menunjukkan penurunan hasil panen akibat stres panas dan kekurangan air. Penurunan produktivitas ini dapat mengancam ketahanan pangan global, terutama di negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada pertanian.
Untuk mengatasi dampak perubahan iklim pada pertanian, berbagai strategi adaptasi dan mitigasi perlu diterapkan. Salah satu pendekatan adalah penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, seperti tanaman yang tahan kekeringan atau hama. Selain itu, praktik pertanian berkelanjutan, seperti pengelolaan tanah yang baik dan penggunaan teknologi irigasi efisien, dapat membantu mengurangi dampak negatif perubahan iklim.
Di tingkat kebijakan, dukungan pemerintah dan organisasi internasional sangat penting. Investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi pertanian, serta penyediaan bantuan finansial dan teknis kepada petani, dapat membantu sektor pertanian beradaptasi dengan perubahan iklim.
Perubahan iklim memiliki dampak signifikan terhadap pertanian global. Peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, dan gangguan ekosistem merupakan beberapa tantangan utama yang dihadapi sektor pertanian. Untuk memastikan ketahanan pangan di masa depan, diperlukan upaya bersama dalam mengembangkan strategi adaptasi dan mitigasi yang efektif. Dengan kerjasama global dan inovasi teknologi, kita dapat mengurangi dampak negatif perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan pertanian.