Blog › Uncategorized › Contoh Energi Bersih dan Terjangkau
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
3 min read October 07, 2025 in

Salah satu dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan oleh PBB adalah energi bersih dan terjangkau. Tujuan ini mendorong seluruh negara, termasuk Indonesia, untuk bisa menyediakan energi yang ramah lingkungan, aman, dan bisa dijangkau semua lapisan masyarakat.
Target besarnya adalah, pada tahun 2030, negara-negara berkembang sudah memiliki infrastruktur yang mampu menyediakan energi yang lebih berkelanjutan. Melalui pengembangan teknologi, diharapkan tercipta pertumbuhan yang tidak hanya fokus pada ekonomi, tapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan hidup.
Energi bersih dan terjangkau menjadi bagian penting dalam mencapai SDGs karena energi adalah kunci dari hampir semua kegiatan manusia. Tanpa energi, banyak sektor — mulai dari pendidikan, industri, hingga kesehatan — tidak bisa berjalan dengan baik.
Salah satu indikator untuk menilai kemajuan di bidang ini adalah “bauran energi terbarukan”, yaitu perbandingan antara energi terbarukan yang digunakan dengan total konsumsi energi suatu negara.
Beberapa contoh sumber energi terbarukan yang umum digunakan antara lain:
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB)
Biomassa dan panas bumi (geothermal)
Dari berbagai jenis energi tersebut, PLTA masih menjadi penyumbang terbesar, yaitu sekitar 47,9% dari total sumber energi terbarukan pada tahun 2018. Wilayah Asia bahkan menjadi pengguna energi terbarukan tertinggi di dunia, dengan kapasitas mencapai 1.023.535 MW atau sekitar 43,54% dari total energi terbarukan global (Nurlaila & Yuliyanto, 2019).
Indonesia sendiri sudah punya pedoman untuk mencapai energi yang lebih ramah lingkungan, yaitu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN).
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa pemerintah menargetkan:
Porsi energi baru dan terbarukan (EBT) mencapai 23% pada tahun 2025, dan
Naik menjadi 31% pada tahun 2050.
Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak dan batubara sebesar 20–25%. Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah telah menyusun berbagai program dan rencana strategis, antara lain:
Rencana Umum Energi Nasional (RUEN)
Rencana Umum Energi Daerah (RUED-P)
Kedua dokumen ini menjadi panduan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk bergerak bersama menuju sistem energi yang lebih hijau dan berkelanjutan (Desti, 2022; KESDM, 2021).
Dengan adanya kebijakan dan upaya ini, Indonesia diharapkan bisa terus bertransformasi menuju masa depan yang lebih bersih dan efisien secara energi. Energi bersih dan terjangkau bukan hanya tentang menghemat biaya listrik, tapi juga tentang menjaga bumi tetap layak huni bagi generasi mendatang.
Kalau kamu ingin ikut berkontribusi dalam gerakan energi bersih — misalnya dengan memasang panel surya di rumah atau tempat usaha — kamu bisa mulai dari sekarang bersama SolarKita. Kunjungi www.solarkita.com untuk tahu lebih banyak tentang solusi energi surya yang ramah lingkungan dan terjangkau! ☀️
Sumber: Dheti Puspita & Nursiwi Nugraheni. Energi Bersih Terjangkau dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Universitas Negeri Semarang, Indonesia. https://share.google/hv7RzUeJCbulEdG0p