Blog › Uncategorized › Cara Mengurangi Polusi di Jakarta agar Produksi Sistem PLTS Atap Bisa Lebih Maksimal
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
3 min read September 12, 2024 in

Cara Mengurangi Polusi di Jakarta agar Produksi Sistem PLTS Atap Bisa Lebih Maksimal
Produksi energi listrik dari sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Jakarta sangat bergantung pada intensitas sinar matahari yang diterima oleh panel-panel surya. Polusi udara yang tinggi dapat mengurangi efisiensi sistem ini dengan menutupi permukaan panel dan menghalangi cahaya matahari. Oleh karena itu, pengurangan polusi udara di Jakarta menjadi penting untuk memaksimalkan produksi energi dari PLTS atap. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi polusi udara di Jakarta:
Transportasi adalah salah satu penyumbang utama polusi udara di Jakarta. Meningkatkan penggunaan transportasi publik, seperti bus TransJakarta dan MRT, serta mengadopsi kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda atau mobil listrik, dapat mengurangi emisi gas buang. Kampanye "Car Free Day" yang lebih sering dan perluasan jalur sepeda juga bisa menjadi cara efektif untuk mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi yang lebih bersih.
Industri di sekitar Jakarta perlu didorong untuk mengadopsi praktik produksi yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan teknologi yang lebih efisien, pengelolaan limbah yang lebih baik, serta pengurangan emisi gas buang dari pabrik dapat mengurangi tingkat polusi udara. Pemerintah dapat memberikan insentif bagi industri yang berkomitmen untuk menerapkan standar emisi yang lebih ketat dan beralih ke sumber energi terbarukan.
Pohon dan tanaman hijau secara alami dapat menyerap polutan udara dan meningkatkan kualitas udara. Pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menanam lebih banyak pohon di sepanjang jalan raya, taman kota, dan area terbuka lainnya. Menghijaukan gedung-gedung dengan taman atap (green roofs) juga bisa membantu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, sekaligus mengurangi efek pulau panas perkotaan.
Pembakaran sampah menjadi salah satu sumber polusi udara yang signifikan di Jakarta. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah yang baik, seperti program pemisahan sampah organik dan anorganik, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dibakar dan emisi yang dihasilkan.
Mengadopsi teknologi pengendalian emisi, seperti catalytic converter pada kendaraan dan sistem filter emisi pada cerobong pabrik, bisa mengurangi jumlah polutan yang dilepaskan ke udara. Pemerintah juga perlu memperketat regulasi terhadap kendaraan yang sudah tua dan kurang efisien dalam penggunaan bahan bakar.
Edukasi dan kampanye kesadaran masyarakat sangat penting untuk mengubah perilaku sehari-hari yang berkontribusi pada polusi udara. Program-program edukasi yang mengajarkan tentang dampak polusi terhadap kesehatan dan lingkungan, serta cara-cara untuk mengurangi jejak karbon, dapat membantu membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.
Selain memanfaatkan panel surya, penggunaan sumber energi terbarukan lainnya seperti tenaga angin, biomassa, dan hidro juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang merupakan sumber utama polusi. Kombinasi berbagai jenis energi terbarukan akan meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi polusi secara keseluruhan.
Mengurangi polusi udara di Jakarta membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, industri, hingga masyarakat. Langkah-langkah di atas dapat membantu menurunkan tingkat polusi dan meningkatkan kualitas udara, sehingga produksi energi dari PLTS atap bisa lebih optimal. Dengan komitmen bersama untuk mengurangi polusi, Jakarta tidak hanya bisa memaksimalkan produksi energi terbarukan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman untuk seluruh warganya.
Sumber: