SHARE

BlogUncategorized22 Mei: Hari Bumi

22 Mei: Hari Bumi

Author

Dwita Rahayu Safitri

Content Writer & Analyst

5 min read April 21, 2025 in

Thumnail Blog

22 April: Hari Bumi Sedunia 2025 – “Our Power, Our Planet”

Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi Sedunia sebagai momen penting untuk merefleksikan kembali hubungan manusia dengan lingkungan hidup. Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, deforestasi, dan polusi global, peringatan Hari Bumi bukan hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga panggilan aksi untuk seluruh umat manusia agar menjaga kelestarian bumi sebagai satu-satunya rumah kita.

Tahun 2025 ini, Hari Bumi mengusung tema global “Our Power, Our Planet”, atau dalam bahasa Indonesia “Energi Kita, Planet Kita”. Tema ini menjadi sorotan utama karena menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam mempercepat transisi menuju energi terbarukan dan menekan emisi karbon yang selama ini menjadi kontributor utama perubahan iklim.

 


 

Sejarah Singkat Hari Bumi

Hari Bumi pertama kali diperingati pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Gagasan ini dicetuskan oleh Senator Gaylord Nelson, yang terinspirasi oleh gerakan mahasiswa anti-perang Vietnam dan juga bencana ekologis tumpahan minyak besar di Santa Barbara, California tahun 1969. Bersama aktivis lingkungan muda Denis Hayes, Nelson mengorganisir aksi besar-besaran yang melibatkan lebih dari 20 juta orang di seluruh Amerika Serikat—sebuah tonggak sejarah yang akhirnya melahirkan kesadaran lingkungan modern dan mendorong pembentukan Environmental Protection Agency (EPA).

Seiring berjalannya waktu, Hari Bumi menjelma menjadi gerakan global. Pada tahun 1990, peringatan ini menyebar ke 141 negara, dan saat ini telah menjadi momen global yang diperingati di lebih dari 190 negara di seluruh dunia.

 


 

Tema Hari Bumi 2025: “Energi Kita, Planet Kita”

Tema “Our Power, Our Planet” diangkat oleh organisasi Earthday.org sebagai tema utama peringatan Hari Bumi 2025. Fokus dari tema ini adalah mendorong percepatan penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Mengapa energi menjadi tema utama? Karena sektor energi menyumbang sekitar 73% dari total emisi gas rumah kaca global, terutama dari pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas. Sementara itu, teknologi energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan air kini telah menjadi jauh lebih terjangkau, efisien, dan dapat diandalkan.

Menurut data dari Earthday.org dan laporan IRENA (International Renewable Energy Agency), biaya produksi energi surya telah turun 93% dalam satu dekade terakhir, menjadikannya solusi hemat biaya sekaligus ramah lingkungan untuk masa depan.

 


 

Fokus Global: Transisi Menuju Energi Terbarukan

Hari Bumi 2025 tidak hanya menghadirkan seruan moral, tetapi juga seruan aksi untuk mempercepat transisi ke sistem energi bersih. Berikut adalah alasan mengapa energi terbarukan menjadi fokus utama tahun ini:

  • Energi Terbarukan Kini Lebih Terjangkau
    Kemajuan teknologi telah menurunkan biaya infrastruktur panel surya dan turbin angin secara signifikan. Hal ini memungkinkan rumah tangga hingga negara berkembang mulai beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan hemat biaya.

  • Menciptakan Lapangan Kerja Baru
    Menurut laporan dari ILO, transisi energi global dapat menciptakan lebih dari 14 juta lapangan kerja baru hingga tahun 2030, termasuk di bidang teknik, manufaktur, dan inovasi teknologi hijau.

  • Menurunkan Polusi Udara dan Penyakit Terkait
    Penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan polusi udara yang berkontribusi pada lebih dari 7 juta kematian prematur setiap tahunnya. Energi bersih membantu memperbaiki kualitas udara dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

  • Mengurangi Ketergantungan Geopolitik
    Negara-negara yang mengandalkan energi fosil sering kali tergantung pada impor dari negara penghasil minyak dan gas. Energi terbarukan mengurangi ketergantungan ini dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

  • Sudah Banyak Negara Berhasil Melakukannya
    Beberapa negara seperti Islandia, Norwegia, dan Kosta Rika telah menunjukkan bahwa 90-100% kebutuhan listrik mereka dapat dipenuhi dari energi terbarukan.

 


 

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Hari Bumi bukan hanya milik pemerintah dan aktivis lingkungan. Setiap individu memiliki peran penting untuk menjadi bagian dari solusi. Berikut adalah beberapa aksi nyata yang bisa kita lakukan:

1. Kurangi Plastik Sekali Pakai

Plastik merupakan penyumbang sampah terbesar di lautan dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Gunakan tas kain, botol minum isi ulang, dan hindari sedotan plastik.

2. Tanam Pohon

Satu pohon dapat menyerap sekitar 22 kg karbon dioksida per tahun. Penanaman pohon adalah cara sederhana tapi efektif untuk mengurangi emisi karbon dan memperbaiki kualitas udara.

3. Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan

Berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum membantu menurunkan jejak karbon harian Anda.

4. Hemat Energi di Rumah

Matikan lampu dan peralatan listrik saat tidak digunakan, gunakan lampu LED hemat energi, dan pertimbangkan untuk memasang panel surya jika memungkinkan.

5. Edukasi dan Ajak Orang Lain

Bagikan informasi tentang pentingnya Hari Bumi kepada keluarga dan teman. Mengubah satu pola pikir bisa menginspirasi perubahan besar.

 


 

Menatap Masa Depan: Peran Anak Muda dan Komunitas

Generasi muda memegang peranan penting dalam kelangsungan bumi ke depan. Dari sekolah hingga kampus, berbagai gerakan seperti Fridays for Future yang diinisiasi oleh Greta Thunberg telah membuktikan bahwa suara kaum muda bisa menjadi kekuatan global dalam menekan pengambil kebijakan.

Di Indonesia sendiri, banyak komunitas lingkungan seperti Pandawara Group, Diet Kantong Plastik, dan Laskar Pelangi Hijau yang menggerakkan anak-anak muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui aksi nyata seperti pembersihan sungai, edukasi pengelolaan sampah, dan kampanye hemat energi.

 


 

Hari Bumi Sedunia 2025 mengingatkan kita semua bahwa kita memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan positif bagi planet ini. Tema “Our Power, Our Planet” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan agar setiap individu, komunitas, dan negara menggunakan kekuatannya untuk memperbaiki dan menjaga bumi yang kita tinggali bersama.

Langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan generasi mendatang. Mari kita gunakan kekuatan kita untuk menciptakan planet yang lebih sehat, lestari, dan penuh harapan.

Dengan semangat Hari Bumi, kita bisa mulai dari rumah — gunakan energi bersih, gunakan energi matahari. Instalasi panel surya adalah langkah nyata untuk mengurangi emisi dan menghemat energi secara berkelanjutan. Yuk, mulai sekarang bersama www.solarkita.com 



Table of Contents

    iconHaveQuestion
    Have a question?
    Ask our team!
    Let's talk

    Hitung Penawaran Anda

    Cari tahu sistem panel surya yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Isi pilihan dibawah untuk menghitung penawaran sesuai kebutuhan Anda.Penawaran
      © 2025 Copyright PT. Solar Kita Teknologi
      |