Blog › Uncategorized › 10 Alat Pelindung Diri untuk Teknisi
Dwita Rahayu Safitri
Content Writer & Analyst
5 min read September 20, 2024 in

Teknisi sering bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi, seperti lokasi konstruksi, pembangkit listrik, pabrik, dan area dengan peralatan berat. Oleh karena itu, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan mereka selama bekerja. APD dirancang untuk melindungi pekerja dari berbagai bahaya fisik, kimia, dan biologis yang dapat mengakibatkan cedera atau penyakit. Artikel ini akan menguraikan 10 jenis APD yang wajib digunakan oleh teknisi dalam menjalankan tugas mereka.
Helm pengaman atau safety helmet melindungi kepala dari benturan, jatuhan benda, atau puing-puing yang berjatuhan. Helm pengaman sangat penting untuk teknisi yang bekerja di lokasi konstruksi, area industri, atau di sekitar peralatan yang bergerak. Helm pengaman biasanya dilengkapi dengan tali dagu untuk memastikan helm tetap terpasang dengan baik.
Fungsi: Melindungi kepala dari cedera akibat benturan atau kejatuhan benda.
Kacamata pelindung melindungi mata dari debu, partikel udara, percikan bahan kimia, dan cahaya yang berlebihan, seperti saat mengelas. Teknisi yang bekerja dengan bahan kimia, pengelasan, pemotongan, atau pengeboran harus selalu menggunakan kacamata pelindung untuk mencegah cedera mata.
Fungsi: Melindungi mata dari partikel, percikan bahan kimia, dan radiasi cahaya.
Pelindung telinga, seperti earplugs atau earmuffs, digunakan untuk melindungi telinga dari paparan suara bising yang berlebihan. Teknisi yang bekerja di lingkungan dengan tingkat kebisingan tinggi, seperti di pabrik atau lokasi konstruksi, harus menggunakan pelindung telinga untuk mencegah gangguan pendengaran atau kehilangan pendengaran permanen.
Fungsi: Melindungi pendengaran dari kerusakan akibat paparan suara bising.
Masker atau respirator digunakan untuk melindungi pernapasan dari paparan debu, partikel berbahaya, uap kimia, atau gas beracun. Teknisi yang bekerja di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk, seperti di area pengelasan, pengecatan, atau penanganan bahan kimia, harus menggunakan masker atau respirator yang sesuai.
Fungsi: Melindungi saluran pernapasan dari partikel, gas, dan uap berbahaya.
Sarung tangan pelindung digunakan untuk melindungi tangan dari luka, bahan kimia, panas, dan kontak listrik. Teknisi harus memilih jenis sarung tangan yang sesuai dengan jenis pekerjaan mereka, seperti sarung tangan tahan panas untuk pengelasan, sarung tangan tahan bahan kimia untuk penanganan zat berbahaya, atau sarung tangan isolasi untuk pekerjaan listrik.
Fungsi: Melindungi tangan dari cedera fisik, bahan kimia, dan bahaya listrik.
Sepatu pelindung atau safety shoes dilengkapi dengan pelindung baja di bagian depan untuk melindungi jari kaki dari benda berat yang jatuh, serta sol yang tahan terhadap tusukan dan bahan kimia. Sepatu pelindung juga sering dirancang agar anti-slip, yang sangat penting bagi teknisi yang bekerja di permukaan licin atau berbahaya.
Fungsi: Melindungi kaki dari cedera akibat benturan, tusukan, dan paparan bahan kimia.
Pelindung wajah digunakan untuk melindungi seluruh wajah dari percikan bahan kimia, partikel terbang, dan panas. Teknisi yang bekerja dengan alat-alat pemotong, pengelasan, atau bahan kimia berbahaya harus menggunakan pelindung wajah untuk memberikan perlindungan yang lebih lengkap dibandingkan dengan kacamata pelindung saja.
Fungsi: Melindungi wajah dari percikan, partikel terbang, dan panas.
Pelindung tubuh, seperti rompi keselamatan (safety vest), pakaian tahan api, atau pakaian pelindung bahan kimia, digunakan untuk melindungi tubuh dari berbagai bahaya, termasuk suhu ekstrem, bahan kimia berbahaya, atau risiko mekanis. Teknisi yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi harus mengenakan pelindung tubuh yang sesuai dengan jenis pekerjaannya.
Fungsi: Melindungi tubuh dari cedera fisik, bahan kimia, dan panas.
Tali pengaman adalah alat pelindung diri yang digunakan oleh teknisi yang bekerja di ketinggian, seperti di atap, menara, atau jembatan. Tali pengaman dilengkapi dengan carabiner dan tali penopang yang kuat untuk mencegah jatuh dan melindungi pekerja dari cedera serius saat bekerja di tempat tinggi.
Fungsi: Mencegah jatuh dari ketinggian dan melindungi pekerja dari cedera serius.
Rompi reflektif digunakan oleh teknisi yang bekerja di area dengan lalu lintas tinggi atau kondisi pencahayaan rendah, seperti di jalan raya atau lokasi konstruksi. Rompi ini memiliki strip reflektif yang dapat memantulkan cahaya, sehingga meningkatkan visibilitas teknisi dan mengurangi risiko kecelakaan.
Fungsi: Meningkatkan visibilitas dan mengurangi risiko kecelakaan di lingkungan kerja dengan lalu lintas atau kondisi pencahayaan rendah.
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) adalah langkah krusial untuk melindungi teknisi dari berbagai bahaya di tempat kerja. Dari helm pengaman hingga tali pengaman, setiap jenis APD memiliki peran khusus dalam melindungi bagian tubuh yang berbeda dari cedera atau paparan bahaya. Teknisi harus selalu memastikan bahwa mereka menggunakan APD yang tepat sesuai dengan jenis pekerjaan dan risiko yang ada. Dengan demikian, risiko kecelakaan dan cedera dapat diminimalisir, dan lingkungan kerja menjadi lebih aman bagi semua pekerja.
Sumber: